Penetapan desa Puntuk Rejo sebagai desa wisata dinilai strategis, terutama untuk mendorong keterlibatan masyarakat setempat dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tentunya untuk mewujudkan desa wisata dengan hasil yang optimal, harus didukung oleh fasilitas dan sumber daya manusia/SDM yang memadai, salah satunya dimulai dengan pembentukan lembaga yang aktif dalam kegiatan pariwisata. BUMDes memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat sadar wisata / POKDARWIS Puntuk Rejo agar masyarakat dapat membangun desa wisata. BUMDes bersama POKDARWIS saling melengkapi dalam mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan. Pengembangan lebih lanjut BUMDes desa bersama dengan POKDARWIS mulai mendirikan desa wisata. Desa-desa wisata tersebut selanjutnya ditetapkan kegiatannya berdasarkan keunggulan desa-desa tersebut, sehingga dapat disebut desa dengan ciri khusus seperti desa ubi, desa karet, desa jambu, desa jamu, desa aglonema dan lain- lain. Untuk mempromosikan produk-produk lokal tersebut, setiap POKDARWIS mengiklankan dan memasarkan baik secara offline maupun online. Dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNISRI memberikan kegiatan pendampingan kepada POKDARWIS mulai dari manajemen pemasaran hingga presentasi dan promosi produk lokal di Desa Wisata Puntuk Rejo baik secara ofline maupun online. Solusi yang diajukan adalah Pengantar membuat paket wisata; memperkenalkan tempat wisata; Memperkenalkan peluang untuk mempromosikan produk lokal di media sosial; Outcome dari kegiatan ini diharapkan POKDARWIS memiliki keahlian dalam mempromosikan produk desa wisata lokal.