Madarhakad
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelayanan Gereja Toraja Mamasa dari Perspektif Oikumenis dan Kemitraan Madarhakad
Jurnal Loko Kada Vol 1 No 02 (2021): LOKO KADA : JURNAL TEOLOGI KONTEKSTUAL DAN OIKUMENIS
Publisher : STT Mamasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.148 KB)

Abstract

Dinamika pelayanan Gereja Toraja Mamasa (GTM) pada masa pandemi Covid-19 adalah bagian dari sejarahnya. Sejarah ini adalah bagian dari sejarah karya pemeliharaan dan Penyelamatan Allah dalam diri Yesus Kristus. Ini juga sesuai dengan yang dipercaya GTM bahwa bahwa Tuhan Allah yang berkuasa atas sejarah. Mengenai Allah yang hidup dan berkuasa dalam sejarah, kehidupan pribadi dan bangsa-bangsa, Hans-Ruedi Weber, berkata: “Kita diperhadapkan, bukan dengan allah abadi kaum filsuf, tetapi dengan Allah yang hidup, yang berkarya di dalam penciptaan dan sejarah, di dalam kehidupan pribadi maupun di dalam kehidupan bangsa-bangsa. Allah itu berkarya di dalam penciptaan dan sejarah. Iman itu diuji dan harus diaktifkan di dalam situasi-situasi yang kongkret”.1 Pandemi Covid-19 adalah bagian dari situasi konkrit sebagaimana dijelaskan Weber. Dalam rangka menunaikan pelayanannya, terutama pada masa pandemi Covid-19, GTM senantiasa mengandalkan kuasa dan pertolongan Tuhan Allah. GTM mengalami dan menyaksikan pertolongan Tuhan sejak terbentuknya sebagai lembaga. Pelayanan yang masih terselenggara secara dinamis pada masa pandemi Covid-19 membuktikan itu.Tulisan ini bertujuan mengkaji dan memaknai dampak pandemi Covid-19 terhadap pelayanan GTM dari perspektif oikumenis dan kemitraan. Perspektif oikumenis karena GTM adalah bagian dari gereja-gereja yang esa dan am di seluruh dunia. Perspektif kemitraan penting karena GTM adalah bagian dari masyarakat yang lebih luas yang tidak terpisahkan dari pemerintah, dan lembaga keagamaan dan kemasyarakatan lainnya.Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian ini dibangun dari analisis terhadap dokumen-dokumen GTM dan data-data lapangan di lingkup pelayanan GTM, serta tentunya dukungan berbagai pustaka. Penelitian dilakukan kerjasama dengan Komisi Penelitian dan Pengembangan STT Mamasa.
Kajian Teologis Sosiologis Perubahan Sistem Pertanian Tradisional ke Pertanian Modern di Kalangan Petani Sawah dan Pengaruhnya Terhadap Nilai-Nilai Sosial di Desa Minanga MADARHAKAD
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 3 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v4i1.131

Abstract

Perubahan, merupakan bagian dari realita sekaligus dinamika kehidupan manusia kapan dan dimanapun. Perubahan dapat terjadi dalam kaitan dengan berbagai aspek kehidupan manusia, baik secara individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Yang menjadi permasalahan bahwa perubahan dapat mempengaruhi nilai-nilai sosial masyarakat setempat. Demikian halnya  dengan masyarakat di Desa Minanga,  yang berada di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Perubahan sistem pertanian tradisional ke pertanian modern mempengaruhi nilai-nilai sosial masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara teologios sosiologis apa  nilai-nilai sosial yang dianut masyarakat di desa Minanga yang terkait bidang pertanian dan bagaimana penerapan sistem pertanian tradisional ke pertanian modern di kalangan petani sawah di Desa Minanga memperngaruhi nilai-nilai sosial warga Desa Minanga. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskristif. Hasil kajian pustaka, diperkaya dengan penelitian lapangan melalui wawancara terhadap responden. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara teologis dan sosiologis perubahan sistem pertanian tradisional ke pertanian modern mempengaruhi nilai-nilai sosial yang  selama ini dianut sacara turun temurun  oleh masyarakat di Desa Minanga, salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Pengaruh tersebut terutama berupa melemahnya semangat persatuan dan kesatuan, kurangnya interaksi sosial, prinsip-prinsip kekeluargaan dan gotong royong.