p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mechanical
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keramik Mullite Berbahan Fly Ash, Al Dross, Basalt Terhadap Temperature Sintering Uji X-RF dan X-RD Ardiyansyah, F; Rajagukguk, T O
JURNAL MECHANICAL Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keramik Mullite merupakan material campuran oksida yang terdiri dari Al2O3 dan SiO2 dengan gabungan 3Al2O3+2SiO2 dengan melakukan proses pencampuran sintetis. Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui unsur dan fasa yang terdapat pada keramik mullite. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah fly ash, alumunium dross, dan basalt yang didapat dari Kabupaten Lampung Timur, Propinsi Lampung. Komponen tersebut dilakukan dengan cara pencampuran dengan menggunakan parameter perbandingan rasio, kemudian dilakukan perlakuan panas sintering dengan variasi Temperatur 600 oC, 900 oC, dan 1200oC selama 4 jam. Pengujian yang dilakukanda untuk melihat unsur keramik mullite menggunakan pengujian X-Ray Flourences (X-RF). Sedangkan untuk melihat fasa mullite menggunakan pengujian X-Ray Diffaction (X-RD). Penambahan fly ash, Alumunium Dross, dan Basalt akan berpengaruh terhadap unsur Al2O3 keramik mullite. Dari hasil pengujian X-Ray Flourences (X-RF) nilai tertinggi unsur Al2O3 terdapat pada sampel 1 dengan persentasi 41,062% dengan komposisi 40% flay ash, 60% alumunium dross pada Temperatur 6000C. Sedangkan nilai terendah unsur Al2O3 dengan persentasi 28,381% terdapat pada sampel 9 dengan komposisi 60% flay ash, 30% alumunium dross, 10% basalt dengan suhu 1200oC. Penambahan basalt akan memepengaruhi unsur Al2O3 akan menurun, sedangkan unsur Fe3C yang semakin meningkat. Keramik Mullite yang berbahan dasar fly Ash, Alumunium Dross, dan Basalt terhadap variasi Temperature Sintering mendapatkan Fasa Mullite lebih dominan dengan persentasi 90,4% pada temperatur 1200oC dengan komposisi 50% flay ash, 45% alumunium dross, dan 5% basalt. Dari hasil pengujian X-Ray Diffaction (X-RD) semakin tinggi temperatur maka fasa mullite lebih dominan dari pada fasa yang lainya.Kata kunci: Keramik Mullite, Fly Ash, Basalt, Alumunium Dross, X-Ray Diffaction (X-RD), X-Ray Flourences (X-RF)
Keramik Mullite Berbahan Fly Ash, Al Dross, Basalt Terhadap Temperature Sintering Uji X-RF dan X-RD Ardiyansyah, F; Rajagukguk, T O
JURNAL MECHANICAL Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v14i1.3652

Abstract

Keramik Mullite merupakan material campuran oksida yang terdiri dari Al2O3 dan SiO2 dengan gabungan 3Al2O3+2SiO2 dengan melakukan proses pencampuran sintetis. Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui unsur dan fasa yang terdapat pada keramik mullite. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah fly ash, alumunium dross, dan basalt yang didapat dari Kabupaten Lampung Timur, Propinsi Lampung. Komponen tersebut dilakukan dengan cara pencampuran dengan menggunakan parameter perbandingan rasio, kemudian dilakukan perlakuan panas sintering dengan variasi Temperatur 600 oC, 900 oC, dan 1200oC selama 4 jam. Pengujian yang dilakukanda untuk melihat unsur keramik mullite menggunakan pengujian X-Ray Flourences (X-RF). Sedangkan untuk melihat fasa mullite menggunakan pengujian X-Ray Diffaction (X-RD). Penambahan fly ash, Alumunium Dross, dan Basalt akan berpengaruh terhadap unsur Al2O3 keramik mullite. Dari hasil pengujian X-Ray Flourences (X-RF) nilai tertinggi unsur Al2O3 terdapat pada sampel 1 dengan persentasi 41,062% dengan komposisi 40% flay ash, 60% alumunium dross pada Temperatur 6000C. Sedangkan nilai terendah unsur Al2O3 dengan persentasi 28,381% terdapat pada sampel 9 dengan komposisi 60% flay ash, 30% alumunium dross, 10% basalt dengan suhu 1200oC. Penambahan basalt akan memepengaruhi unsur Al2O3 akan menurun, sedangkan unsur Fe3C yang semakin meningkat. Keramik Mullite yang berbahan dasar fly Ash, Alumunium Dross, dan Basalt terhadap variasi Temperature Sintering mendapatkan Fasa Mullite lebih dominan dengan persentasi 90,4% pada temperatur 1200oC dengan komposisi 50% flay ash, 45% alumunium dross, dan 5% basalt. Dari hasil pengujian X-Ray Diffaction (X-RD) semakin tinggi temperatur maka fasa mullite lebih dominan dari pada fasa yang lainya.Kata kunci: Keramik Mullite, Fly Ash, Basalt, Alumunium Dross, X-Ray Diffaction (X-RD), X-Ray Flourences (X-RF)