TransJakarta, sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang dimulai pada tahun 2004, telah menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi masalah lalu lintas di Jakarta. Namun, dalam menghadapi pertumbuhan mobilitas yang terus meningkat, TransJakarta menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan keselamatan operasional yang sering mengalami kecelakaan. Fokus penelitian ini pada PT Transportasi Jakarta/TransJakarta dengan tujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif gambaran kecelakaan dan upaya peningkatan keselamatan yang ditinjau dari sisi sarana, prasarana, awak, dan manajemen operasional. Metodologi penelitian dengan pendekatan secara kualitatif yang memanfaatkan kajian pustaka. Data yang digunakan merupakan sumber sekunder yang diperoleh dari TransJakarta dan berbagai sumber informasi online seperti laporan, jurnal, dan artikel. TransJakarta telah mengidentifikasi penyebab kecelakaan yang melibatkan tindakan tidak aman dengan kejadian terbesar tidak fit to work (4.554 kasus), kondisi tidak aman pada engine (4.618 kasus), dan masalah manajemen sebagai dasar dalam investigasi kecelakaan. Jumlah kecelakaan TransJakarta meningkat 59% dari tahun 2021 (335 kecelakaan) sampai triwulan III tahun 2022 (827 kecelakaan). Accident rate tahun 2022 sebesar 0,55 yang tidak melebhi ambang batas atas pada 0,69 dan severity index juga berada di bawah rata-rata dengan nilai 0,006 dari 0,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya meningkatkan keselamatan operasional, TransJakarta telah melakukan investigasi kecelakaan (penyebab dominan human error), inspeksi keselamatan (potensi gap usulan dan mitigasi), aksi keselamatan (lima belas tindakan pada aspek kesiapan awak, kelaikan bus, route hazard mapping (RHM), organisasi dan manajemen), pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) khususnya aspek keselamatan (standar operasional prosedur keselamatan awak, sarana, prasarana, manajemen), dan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) dalam keputusan Direksi No.11/SKP-PT.TJ/I/2023 (sepuluh elemen keselamatan). Penelitian ini menunjukkan bahwa TransJakarta telah mengambil langkah-langkah signifikan dengan melakukan berbagai upaya peningkatan keselamatan operasionalnya, meskipun masih terdapat peluang untuk perbaikan lebih lanjut guna meminimalkan risiko kecelakaan di masa mendatang.