Dera Izhar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN JIWA ENTREPRENEUR BIROKRASI PEMERINTAH DALAM ERA OTONOMI DAERAH Dera Izhar
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL JISIPOL VOL. 4. NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.37 KB)

Abstract

Tujuan Pencapaian dari keseluruhan kebijakan otonomi daerah (the overall policies of regional autonomy) yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum dalam keseluruhan dimensinya. Bagi para birokrat, hal ini berarti bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap berbagai macam layanan yang disediakan birokrasi sebagai kepanjangan tangan pemerintah yang memang bertanggung jawab untuk mengurus kesejahteraan warganya menjadi tolok ukur utama (major measurement) apakah keseluruhan sistem birokrasi memang telah menjalankan fungsi dan perannya dengan semestinya atau belum. Dengan kata lain, semakin masyarakat atau publik terlayani dengan lebih memuaskan, semangat inti (core spirit) otonomi daerah semakin tercapai. Sebaliknya, semakin masyarakat merasa kecewa dengan keseluruhan kinerja pelayanan birokrasi, jiwa dari otonomi daerah tersebut secara faktual sebenarnya sedang terabaikan. Kapasitas ideal yang dituntut masyarakat dalam era otonomi daerah dewasa ini dengan kapasitas riil yang saat ini ada pada para aparatur birokrasi kita perlu pembentukan birokrasi yang berjiwa wirausaha (entrepreneur bureucracy).
MEMBANGUN JIWA ENTREPRENEUR BIROKRASI PEMERINTAH DALAM ERA OTONOMI DAERAH Dera Izhar
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL JISIPOL VOL. 4. NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Pencapaian dari keseluruhan kebijakan otonomi daerah (the overall policies of regional autonomy) yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum dalam keseluruhan dimensinya. Bagi para birokrat, hal ini berarti bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap berbagai macam layanan yang disediakan birokrasi sebagai kepanjangan tangan pemerintah yang memang bertanggung jawab untuk mengurus kesejahteraan warganya menjadi tolok ukur utama (major measurement) apakah keseluruhan sistem birokrasi memang telah menjalankan fungsi dan perannya dengan semestinya atau belum. Dengan kata lain, semakin masyarakat atau publik terlayani dengan lebih memuaskan, semangat inti (core spirit) otonomi daerah semakin tercapai. Sebaliknya, semakin masyarakat merasa kecewa dengan keseluruhan kinerja pelayanan birokrasi, jiwa dari otonomi daerah tersebut secara faktual sebenarnya sedang terabaikan. Kapasitas ideal yang dituntut masyarakat dalam era otonomi daerah dewasa ini dengan kapasitas riil yang saat ini ada pada para aparatur birokrasi kita perlu pembentukan birokrasi yang berjiwa wirausaha (entrepreneur bureucracy).