Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KOORDINASI VERTIKAL ANTARA CAMAT DAN PEMERINTAH DESA DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN PEMBANGUNAN FISIK DI WILAYAH DESA BANJARAN KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG Tumija; Satrio Pandu Prayogo
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal JISIPOL Vol. 8 No. 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koordinasi dapat disebut Kerjasama karena dalam koordinasi terkadang sinkronisasi sementara kerjasama merupakan suatu kegiatan kolektif dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan Bersama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami koordinasi vertikal Camat dan Pemerintah desa Kecamatan Banjaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan analisis pengelolahan data kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori koordinasi vertikal Hasibuan dengan indikator satu Adanya pengarahan langsung dari atasan kebawahan terhadap uni-unit kerja atasan mengkoordinasikan semua aparat yang ada dibawah tanggung jawabnya secara langsung kedua Adanya kerjasama yang ada dibawah wewenang dan tanggungjawabnya. Berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah koordinasi vertikal yang dilakukan Camat dan Pemerintah desa di Kecamatan Banjaran menunjukan bahwa koordinasi yang dilakukan bisa dikatakan baik, itu bisa dilihat dari pelaksanaan-pelaksanaan koordinasi yang dilakukan Camat dengan kepala desa sejauh ini maksimal dan koordinasi vertikal yang dilakukan Camat dengan kepala desa terjadwal dengan begitu koordinasi-koordinasi yang dijalankan Camat dengan kepala desa berjalan dengan baik. Koordinasi vertikal yang dilakukan Camat di Kecamatan Banjaran berjalan dengan baik hal itu dapat dilihat dengan adanya perencanaan strategi dan koordinasi untuk mencapai tujuan yang berjalan maksimal, pengarahan langsung yang maksimal dalam pelaksanaannya, serta kerja sama yang dilakukan dengan baik.
Studi Pengaruh Pengelolaan Administrasi Keuangan Daerah Terhadap Peningkatan Infrastruktur Pendidikan Aditya Yuda Makatara, Biva; Tumija
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 2 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pengelolaan administrasi keuangan daerah terhadap peningkatan infrastruktur pendidikan di Indonesia. Dengan menggunakan metode library research, kajian ini mengumpulkan dan menganalisis data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah terindeks SINTA dan sumber terpercaya lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan administrasi keuangan yang efektif, transparan, dan akuntabel berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur pendidikan. Optimalisasi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa, peningkatan kompetensi pengelola keuangan, serta penguatan pengawasan internal dan eksternal merupakan faktor kunci keberhasilan. Kendala utama meliputi kondisi geografis yang sulit, keterbatasan sumber daya manusia, dan aksesibilitas yang rendah di wilayah terpencil. Penelitian ini merekomendasikan strategi pengelolaan keuangan yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang merata dan berkualitas.
THE INFLUENCE OF GREEN ACCOUNTING VARIABLES ON ENVIRONMENTAL PERFORMANCE Kusiyah; Nurjanna Ladjin; Siti Aisyah; Tumija; Tri Widyastuti Ningsih
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 9 No. 2 (2025): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v9i2.17129

Abstract

Abstract This study used five hundred respondents, namely five hundred employees of PT Perkebunan Nusantara I, II III, IV and VII spread throughout Indonesia with the category of working for more than one year as many as three hundred and fifty employees, working for more than three years as many as one hundred employees, and working for more than five years as many as fifty employees. The data distributed was collected first and analyzed using the smart PLS 4.0 analysis tool. Based on this, it can be concluded that this research is a quantitative research category with an expansive approach that relies on previous research, especially the three mentioned above to prove the hypothesis in this study. The result in this article show the Green Accounting variable can have a positive relationship direction and a significant influence on Environmental Performance. This can be caused by the P-Values ​​which are positive and below the significance level of 0.05, namely 0.002. The results of the third table mean that Environmental Accounting can make the company's finances stable, the mental and physical health of employees increases, and ultimately can improve the Company's Environmental Performance. It's just that the results in this study show that the Green Accounting variable on Environmental Performance is more significant than previous studies. Keywords : Green Accounting, Environmental Performance, Influence
KOORDINASI VERTIKAL ANTARA CAMAT DAN PEMERINTAH DESA DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN PEMBANGUNAN FISIK DI WILAYAH DESA BANJARAN KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG Tumija; Satrio Pandu Prayogo
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal JISIPOL Vol. 8 No. 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koordinasi dapat disebut Kerjasama karena dalam koordinasi terkadang sinkronisasi sementara kerjasama merupakan suatu kegiatan kolektif dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan Bersama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami koordinasi vertikal Camat dan Pemerintah desa Kecamatan Banjaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan analisis pengelolahan data kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori koordinasi vertikal Hasibuan dengan indikator satu Adanya pengarahan langsung dari atasan kebawahan terhadap uni-unit kerja atasan mengkoordinasikan semua aparat yang ada dibawah tanggung jawabnya secara langsung kedua Adanya kerjasama yang ada dibawah wewenang dan tanggungjawabnya. Berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah koordinasi vertikal yang dilakukan Camat dan Pemerintah desa di Kecamatan Banjaran menunjukan bahwa koordinasi yang dilakukan bisa dikatakan baik, itu bisa dilihat dari pelaksanaan-pelaksanaan koordinasi yang dilakukan Camat dengan kepala desa sejauh ini maksimal dan koordinasi vertikal yang dilakukan Camat dengan kepala desa terjadwal dengan begitu koordinasi-koordinasi yang dijalankan Camat dengan kepala desa berjalan dengan baik. Koordinasi vertikal yang dilakukan Camat di Kecamatan Banjaran berjalan dengan baik hal itu dapat dilihat dengan adanya perencanaan strategi dan koordinasi untuk mencapai tujuan yang berjalan maksimal, pengarahan langsung yang maksimal dalam pelaksanaannya, serta kerja sama yang dilakukan dengan baik.
BUDGETARY POLITICS IN STUNTING HANDLING IN JEMBER REGENCY: GOOD FINANCIAL GOVERNANCE AND HUMAN RIGHTS PERSPECTIVES Briyan Nanda Ivansyach; Tumija
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18725624

Abstract

Jember Regency came into the national spotlight for recording the highest stunting prevalence in East Java based on the 2022 SSGI data, at 34.9%. This phenomenon demands an aggressive fiscal policy response as a form of state obligation. This study aims to analyze the effectiveness of the Jember Regency Government's budgetary politics in handling stunting from the perspectives of Public Finance and Citizenship. This research employs a qualitative descriptive method with a library research approach. The results indicate that the Jember Regency Government allocated a specific cross-agency budget reaching IDR 341 Billion in the 2023 Fiscal Year. However, there is a significant data disparity between the central survey (SSGI) and local data (Weighing Month), which affects the precision of budget targeting. From a citizenship perspective, the magnitude of this budget is a manifestation of non-physical state defense to save the next generation, although challenges in data accountability remain a major obstacle in fully fulfilling citizens' right to health.