Pada tingkat pencegahan penyakit, pendidikan kesehatan merupakan aplikasi atau penerapan pengetahuan di bidang kesehatan. Media edukasi berupa booklet “Choking Treatment” sebagai media informasi yang dapat digunakan oleh kader untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat yang lebih luas. Tujuan: menganalisis perbedaan keterampilan kader dalam penanganan tersedak pada balita. Desain studi ini menerapkan pendekatan cluster random sampling dan pra-eksperimen dengan rancangan satu kelompok pretest-posttest. Penentuan sampel secara acak sederhana menggunakan kocokan, sampel pada penelitian adalah semua kader di RW 5 Kelurahan Kebon Waru yang bersedia menjadi responden sebanyak 21 orang. Instrument pada penelitian ini menggunakan lembar cheklist, analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan karakteristik responden, peneliti memakai Mann's Wilcoxon Signed Rank Test untuk mendapatkan nilai rerata, standar deviasi, median, serta rentang untuk setiap variabel, dan kemudian memasukkan angka tersebut ke dalam analisa bivariat. Dengan variasi standar 0,86, skor keterampilan rata-rata sebelum menerima instruksi dengan media Buklet “Chocking Treatment” adalah 1,67. Setelah menerima terapi dan instruksi dari buklet "Chocking Treatment", pasien biasa melaporkan skor keterampilan rerata sebesar 8,09 (SD= 1,18). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa kemampuan kader dalam menangani anak tersedak berbeda sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan menggunakan media booklet “Penanganan Anak Tersedak” di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Diharapkan bagi kader agar dapat membatu bidan dalam pemberian informasi dan mengajarkan cara penanganan tersedak pada balita kepada orang tua saat posyandu, sehingga nantinya orang tua dapat langsung melakukan pertolongan awal saat balita mengalami tersedak.