Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN PUSTAKA: PATOFISIOLOGI, DIAGOSIS, MANAJEMEN AWAL, DAN PENCEGAHAN SINDROM KORONER AKUT Chusaeri, Andhito Rafid
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12594

Abstract

Abstrak: Kajian Pustaka: Patofisiologi, Diagosis, Manajemen Awal, Dan Pencegahan Sindrom Koroner Akut. Penyakit jantung koroner (PJK) telah menjadi perhatian utama bagi berbagai organisasi kesehatan dunia. Sekitar 20,1 juta orang dewasa berusia 20 tahun ke atas, atau sekitar 7,2% dari populasi dunia, mengalami kondisi ini. PJK terjadi ketika plak mengumpul di pembuluh darah koroner yang menyuplai darah ke otot jantung. Faktor risiko untuk PJK meliputi tingginya kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, dan obesitas.Pengenalan dini terhadap faktor risiko ini dan pencegahan primer telah berhasil mengurangi angka kejadian dan kematian yang terkait dengan PJK. Pemeriksaan awal EKG dan Marka Jantung dan intervensi terapi awal seperti MONA (Morfin, Oksigen, Nitrat, Aspirin) adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam mengatasi PJK ini.
Potensi Senyawa Bioaktif Xyloketal B dan Asperlin dalam Menghambat Proses Aterosklerosis pada Penyakit Jantung Koroner Rizkia, Ananda; Chusaeri, Andhito Rafid; Saputri, Legis Ocktaviana
Lombok Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Lombok Medical Journal Volume 3 Nomor 1
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v3i1.3188

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang memiliki angka kecacatan dan kematian yang tinggi di dunia. Penyebab paling umum yang mendasari penyakit ini adalah tersumbatnya arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung akibat adanya penumpukan plak atau yang sering dikenal sebagai aterosklerosis. Saat ini, pilihan terapi konvensional yang tersedia memiliki banyak efek samping yang parah, seperti salah satunya statin yang memiliki efek samping terhadap liver. Banyaknya efek samping yang ditimbulkan memberikan celah untuk ditemukannya obat baru salah satunya yang berasal dari bahan alam laut. Bahan alam laut memiliki fungsi sebagai reservoir dalam metabolit bioaktif baru dengan berbagai aktivitas farmakologis di dalamnya seperti xyloketal B dan asperlin. Ulasan ini merangkum pemahaman kami mengenai manfaat xyloketal B dan asperlin dalam proses aterosklerosis pada penyakit jantung koroner.