Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEJARAH PERKEMBANGAN ALIRAN MUKTAZILAH Shah, Akmal; Khairani, Dede; Marpaung, Willi Rahim; Lubis, Zulfahmi
ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 1 (2024): JURNAL ANSIRU PAI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ansiru.v8i1.12096

Abstract

Semasa Rasulullah saw masih hidup, ummat Islam dalam keadaan aman dan tentram. Tidak pernah ada khilafiah atau kesulitan yang tidak dapat diatasi, karena jika terjadi perselisihan langsung diselesaikan oleh Rasulullah saw. Semua kegiatan ditujukan untuk meninggikan kalimat Allah. Sampai suatu masa ketika Rasulullah wafat mulailah ummat Islam menemui kesulitan. Persoalan persoalan yang terjadi dalam lapangan politik akhirnya membawa kepada timbulnya persoalan persoalan teologi. Timbullah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang mukmin, siapa yang berdosa besar dan siapa yang masuk surga atau neraka Muktazilah adalah nama sebuah aliran teologi dalam Islam, di samping berbagai aliran teologi lainnya, seperti Syi’ah, Khawarij, Murji’ah, Qadariah, Jabariah, dan Ahlussunnah wal Jama’ah. Aliran-aliran ini muncul sejak periode awal sejarah Islam. Sejarah munculnya aliran ini sebagiannya dilatari oleh faktor politik, seperti Syi’ah dan Khawarij. Namun sebagian lagi karena permasalahan tentang orang yang melakukan dosa besar dan tidak melakukan taubat sampai kematiannya, apakah masih tergolong beriman atau sudah kafir, serta rumusan tentang perbedaan antara beriman, fasiq dan kafir, seperti Murji’ah, Ahlussunnah wal Jama’ah, dan Muktazilah itu sendiri. Sebagian lagi disebabkan oleh permasalahan kemampuan dan kebebasan manusia dalam menentukan perbuatannya, seperti Jabariah dan Qadariah. Makalah ini akan mencoba menjelaskan aliran Muktazilah. Dalam makalah ini penulis hanya menjelaskan secara singkat dan umum tentang aliran Muktazilah. Mencakup di dalamnya adalah latar belakang pengertian Mu’tazilah, sejarah perkembangannya, pokok pemikiran, argumentasi dan refensi, serta siapa saja tokoh aliran Mu’tazilah dan metode ijtihadnya
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Sambo, Muhammad Ali Bashir; Daulay, Afrahul Fadhila; Lubis, Zulfahmi
Research and Development Journal of Education Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v10i1.21788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi bagaimana penerapan pendidikan karakter, strategi atau metode, media dan alat serta kurikulum pendidikan karakter yang di terapkan di SMA Negeri 1 Sultan Daulat Kota Subulussalam. Adapun subjek atau objek dalam penelitian ini adalah guru bidang study agama islam, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tatausaha, guru bimbingan konseling, dan siswa-siswi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter yang diterapkan melalui kegiatan yang melibatkan siswa-siswi secara aktif baik dari sikap dan perilaku guru sebagai teladan bagi siswa, seperti disiplin waktu, berkata baik sopan dan santun, memakai pakaian yang rapi dan bersih, membimbing peserta didik dalam kegiatan salat dhuha, memberikan arahan dan ceramah agama setelah salat zuhur, berdoa sebelum belajar dimulai, menanamkan sikap kerja keras dan mandiri, melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap pembelajaran. Adapun strategi atau metode penerapan karakter yang di lakukan adalah dengan sikap keteladan guru, kedisiplinan dan pembiasaan. Untuk media dan alat yang digunakan adalah buku-buku pembelajaran yang terkait dengan penanaman karakter, seperti buku Pendidikan Agama Islam, PKN, dan lainnya yang dapat membantu memperkaya pengetahuan siswa-siswi hingga menggunakan Multimedia seperti Video atau Audio dan Alat Tulis (Whiteboard). Dan hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa penerapan pendidikan sekolah tersebut sangat baik dan bisa menjadi percontohan sekolah negeri lainnya.
Semangat Keberagamaan Di Desa Kesatuan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Alawiyah, Sofy; Lubis, Zulfahmi; Sinaga, Emi Salsabila; Azwa, Nor
Jurnal Abdi Mas Adzkia Vol 5, No 1 (2024): Agustus- Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/adzkia.v5i2.19421

Abstract

Agama merupakan ekspresi simbolik dan sebagai respon seseorang terhadap sesuatu yang ia pahami dan dianggap memiliki nilai yang tidak terbatas. Berdasarkan hal tersebut, pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana semangat keagamaan masyarakat desa Kesatuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terjadi pada sebuah kelompok masyarakat, yaitu masyarakat Desa Kesatuan Dusun III Perbaungan pada bulan Juli-Agustus 2024. Keberagaman yang terjadi di desa tersebut meliputi suku, ras, budaya, serta cara beribadah dan semangat keagamaan. Dalam konteks ini, penulis melakukan penelitian dan wawancara dengan beberapa narasumber yang merupakan warga yang aktif dalam urusan keagamaan di desa tersebut, guna mendapatkan informasi yang lengkap. Hasil pengabdian menemukan bahwa dalam kegiatan praktik keagamaan, masyarakat desa Kesatuan juga bersatu dalam semangat keagamaan. Masyarakat desa sangat antusias dalam segala hal yang berhubungan dengan acara keagamaan seperti maulid nabi Saw, dan juga acara tabligh akbar. Masyarakat akan sangat antusias dalam hal ini. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa perbedaan bukanlah hal yang menghalangi sekelompok masyarakat untuk tetap bersatu dan bersama, sehingga dengan perbedaan itu masyarakat harus tetap bersatu, saling menghormati dan menghargai serta bertoleransi terhadap ras dan cara berpikir yang berbeda. Dengan adanya perbedaan inilah yang membuat masyarakat saling melengkapi satu sama lain.