Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENATALAKSANAAN PEREMPUAN USIA 53 TAHUN DENGAN SINDROM METABOLIK MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA Pangestu, Arief Ristia; Ibrahim, Syachrony; Saftarina, Fitria; Febriawan, Rahmat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.13555

Abstract

Indonesia menghadapi penyakit menular dan tidak menular (PTM). Salah satu PTM adalah Sindrom Metabolik (SM). Jumlah penderita SM tahun 2019 ± 12-37% dari total penduduk Asia di dunia, 21,66% di Indonesia, 20,59% di Lampung. Pendekatan keluarga membantu mengidentifikasi faktor klinis, individu, psikososial dalam keluarga sehingga penatalaksanaannya lebih global. Menerapkan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan menganalisis faktor risiko, permasalahan klinis, penatalaksanaan pasien menurut kerangka penyelesaian permasalahan pasien menggunakan patient centered dan family approach. Penelitian ini adalah laporan kasus. Data primer dari anamnesis, pemfis, pemeriksaan penunjang, kunjungan rumah. Penilaiannya dari hasil diagnosis holistik awal-akhir studi secarakualitatif dan kuantitatif. Pasien mengeluh pusing, lelah, nyeri leher-bahu selama 8 hari. Pasien mempunyai riwayat dislipidemia, hipertensi terkontrol, DM tipe 2 sejak tahun 2019. Pasien didiagnosis SM menurut anamnesis, pemfis, pemeriksaan penunjang. Pemahaman pasien tentang penyakit, kebiasaan pola makan buruk dan jarang olahraga. Setelah intervensi terjadi penurunan gejala klinis dan perubahan perilaku pasien dan keluarga. Diagnosis dan penatalaksanaan pasien dilakukan holistik dan komprehensif, patient center,  family appropried dengan pengobatan SM teratur menurut EBM dibutuhkan untuk mengendalikan tekanan darah, glukosa darah, kolesterol, penurunan berat badan yang lebih ideal, dan mengubah perilaku pasien menjadi lebih baik. mencegah komplikasi.
Anemia Heart Disease Et Causa Ancylostomiasis Febriawan, Rahmat; Fauza, Mutiara; Istiana, Trismi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17614

Abstract

ABSTRACT Anemia is a condition where the hemoglobin concentration is <13g/dL in men and <12g/dL in women, affecting almost a third of the total cases in the global population and is a burden and public health problem. The main pathophysiological mechanisms, based on the strongest evidence-based treatment data, are iron deficiency and inflammation. The study conducted was a case report. Data is obtained through history taking, physical examination and supporting examinations. A 57-year-old woman who works with complaints of weakness since 1 month before entering the hospital which felt worse 7 days ago accompanied by fatigue and lethargy, as well as shortness of breath. Denied complaints of fever, nausea and vomiting, bloody/black stools & stools, denied history of taking painkillers. The patient works as a farmer in a cassava plantation and rarely wears footwear while working. Physical examination of normal TTV, anemic conjunctival head-toe (+/+) and widening of the heart border. Hematological investigations: anemia gravis and increased eosinophils, ECG: LVH, x-ray: cardiomegaly, aortic elongation and pulmonary edema, complete stool examination: ancyolostoma duodenale worm eggs were found. The patient's main patient management was a transfusion of PRC 800 cc, 3x1 FE tablet, albendazole tab 400 mg SD. Keywords: Anemia, Ancylostomiasis, Anemia Heart Disease ABSTRAK Anemia merupakan kondisi dimana konsentrasi hemoglobin <13g/dL pada pria dan <12g/dL pada wanita, mempengaruhi hampir sepertiga dari total kasus populasi global  dan merupakan beban serta masalah kesehatan masyarakat. Mekanisme patofisiologi utamanya, berdasarkan data pengobatan berbasis bukti terkuat adalah kekurangan zat besi dan peradangan. Studi yang dilakukan adalah laporan kasus. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Perempuan 57 tahun dengan pekerjaan dengan keluhan lemas sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit yang dirasa memberat 7 hari yang lalu disertai letih dan lesu, serta sesak nafas. Keluhan demam, mual-muntah, BAB & BAK berdarah/hitam disangkal, riwayat konsumsi obat antinyeri disangkal. Pasien bekerja sebagai petani di kebun singkong dan jarang mengenakan alas kaki sewaktu bekerja. Pemeriksaan fisik TTV normal, head-toe konjungtiva anemis (+/+) dan pelebaran batas jantung. Pemeriksaan penunjang hematologi: anemia gravis dan eosinophil meningkat, EKG: LVH, rontgen: kardiomegali, elongation aorta, dan edema pulmo, pemeriksaan feses lengkap: ditemukan telur cacing ancyolostoma duodenale.  Tatalaksana pasien utama pasien berupa transfusi PRC 800 cc, tablet FE 3x1, albendazole tab 400 mg SD. Kata kunci: Anemia, Ancylostomiasis, Anemia Heart Disease