Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PREDIKTOR MORTALITAS PASIEN ICU YANG TERPASANG VENTILASI MEKANIK DI RUANG ICU RSUD RAJA AHMAD TABIB TANJUNGPINANG Susanti, Feni Tika; Eliawati, Umi; Muharni, Sri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.12795

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada 01 Juli 2023, terdapat 27 pasien yang masuk ICU pada Juni 2023. Berdasarkan temuan tujuh pasien meninggal pada Juni. Terdapat dua pasien bedah dan lima pasien non bedah di antara tujuh rekam medis pasien meninggal dunia di ICU. Sisanya tujuh pasien meninggal semuanya berusia di atas 55 tahun dan masuk kategori lansia akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prediktor kematian pasien ICU ventilasi mekanis di Ruang ICU RS Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2023. Jenis penelitian ini dikenal dengan penelitian kohort retrospektif. Dalam penelitian ini digunakan non-probability sampling dengan data sekunder dari rekam medis. Besar sampel pada penelitian ini adalah 40 orang. Metode dan alat pengumpulan data dari rekam medis. Uji Fisher Exact digunakan untuk menganalisis data, dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95%. Responden berusia 56-65 tahun 19 (47,5%), jenis kelamin laki-laki 24 (60%), dan mengalami penurunan kesadaran GCS 3-4 20 (50%), serta penyakit penyerta stroke 15 (37,5%). Hasil uji Fisher Exact menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan mortalitas pasien 0,007<0,05, jenis kelamin dengan mortalitas pasien 0,042<0,05, tingkat penurunan kesadaran dengan mortalitas pasien 0,001<0,05, komorbid dengan mortalitas pasien 0,013<0,05. Diperkirakan perawat akan memperkuat pemahamannya mengenai prediktor mortalitas pasien guna mencegah terjadinya komplikasi di ruang ventilasi mekanis. pasien dan meningkatkan mutu pelayanan pasien di rumah sakit.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN ORAL HYGIENE DI RUANG ICU DAN HCU RUMAH SAKIT RAJA AHMAD TABIB KOTA TANJUNGPINANG Novianty, Ade; Eliawati, Umi; Muharni, Sri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i2.12793

Abstract

Abstrak: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Oral Hygiene Di Ruang ICU Dan HCU Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Kota Tanjungpinang. Oral hygiene merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan agar kondisi rongga mulut tetap bersih dan segar sehingga terhindar dari infeksi. Pasien di ruang ICU dan HCU sangat berisiko terkena infeksi serta kolonisasi di dalam mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene di Ruang ICU dan HCU.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 35 responden perawat Ruang ICU dan HCU RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Teknik pengambilan sample menggunakan Total Sampling yaitu 35 perawat pelaksana di Ruang ICU dan HCU RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung dengan Uji korelasi Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α 0,05. Hasil analisa univariat mayoritas usia perawat di ICU 30-35 tahun (74,3%), jenis kelamin perempuan (22,9%), pendidikan D3 (54,3%), masa kerja 6-10 tahun (71,4%), pengetahuan perawat tinggi (82,9%), sikap perawat positif (82,9%), motivasi perawat tinggi (85,7%), kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene adalah patuh (85,7%). Hasil analisa bivariat secara statistik ada hubungan bermakna antara pengetahuan (p value = 0,000), sikap (p value = 0,000), dan motivasi (p value = 0,000) dengan kepatuhan perawat dalam melakukan oral hygiene di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Diharapkan perawat intensive RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan motivasinya mengenai oral hygiene dan bagi Rumah Sakit diharapkan untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya pelaksanaan oral hygiene sebagai upaya menurunkan kejadian infeksi pada pasien.
PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA DI WILAYAH KAMPUNG TUA DAPUR 12 ELIAWATI, UMI; Rizki Sari Utami Muchtar; Mery Kristian Agustina Hutagalung
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.431

Abstract

Until now, fallling incidents remain a dangerous problem, with older adults falling into the high-risk category due to health issues such as balance disorders. Research on the effects of balance exercises on fall risk in the elderly is based on the consideration that interventions are needed to help reduce fall risk in the elderly. The study purpose was to determine the effect of balance exercises on the risk of falling among elderly people in the Kampung Tua Dapur 12 area. Used a pre experimental with a one-group pretest-posttest. The sample used purposive sampling technique consisted of 20 elderly. Data analysis was using a paired t-test that showed that the average fall risk before performing balance exercises was moderate fall risk of 60% and a low fall risk of 40%. After performing, an average low fall risk of 80% and a moderate fall risk of 20%. The effect was a decrease of 9. With a ?-value = 0.000 < ? 0.05, there is a significant difference between the average reduction in the risk of falling before and after balance exercise. For next studies, researchers suggest doing longer investigations and using helpers to assist with checking and treating the elderly, since each person needs to be watched closely, which takes more time and effort. Also advise community groups to start again the exercise program for older adults and recommend balance activities as a type of exercise for the elderly, along with health services, which should also get support from the elderly's family members.