Amylia Haryati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Green Financing terhadap Financial Distress Amylia Haryati; Sri Fadilah
Bandung Conference Series: Accountancy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Accountancy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsa.v4i1.11479

Abstract

Abstract. Bankruptcy in companies, especially banks, will usually begin with an unhealthy bank condition characterized by financial difficulties. To reduce credit risk, the bank may increase its loan portfolio by channeling green financing because green financing is a less risky financing. So, the problem in this study is defined as follows, "Does green financing affect financial distress?" Researchers used descriptive analysis technique method using quantitative approach. The population selected in this study are banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2021-2022. By using Purposive Sampling, the number of research samples obtained was 25 banks. Researchers collected secondary data in the form of Annual Report documents and Bank Sustainability Reports. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis technique. The results of this study are: There is a negative relationship between green financing and financial distress. Abstrak. Kebangkrutan pada perusahaan khususnya bank biasanya akan diawali dengan kondisi bank yang tidak sehat yang ditandai dengan terjadinya kesulitan keuangan. Untuk menekan risiko kreditnya, bank dapat meningkatkan portofolio kredit dengan menyalurkan green financing karena green financing merupakan pembiayaan yang tidak terlalu berisiko. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut, ”Apakah green financing berpengaruh terhadap financial distress?” Peneliti menggunakan metode teknik analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021-2022. Dengan menggunakan Purposive Sampling diperoleh jumlah sampel penelitian yaitu 25 bank. Peneliti mengumpulkan data sekunder berupa dokumen Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Bank. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat hubungan negatif antara green financing terhadap kondisi financial distress.