Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan (1) mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya eksploitasi masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata (2) mengidentifikasi alasan perlunya diadakannya peningkatan tata kelola destinasi desa wisata (3) menggali upaya peningkatan layanan pariwisata untuk mencapai standar prima dan memikat lebih banyak pariwisata. Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif kualitatif yaitu dengan adanya wawancara, dokumentasi dan observasi tempat untuk melihat secara langsung kondisi yang akan dijadikan bahan penelitian. Wawancara dilakukan kepada salah satu tour guide yang juga menjadi salah satu penemu fosil manusia purba, fosil hewan dan alat batu. Data yang telah dikumpulkan kemudian digali secara sistematis, dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan hasil yang dapat merinci dengan baik rumusan masalah yang terjadi sehingga dapat disajikan secara informal. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan permasalahan seperti bagaimana warga sekitar memiliki banyak cara untuk menarik khalayak umum namun belum juga mendapati perizinan dari pusat. Banyak sekali yang perlu diperhatikan dari upaya peningkatan tata kelola destinasi situs sangiran ini, karena ini termasuk cagar alam budaya yang perlu dilestarikan, monumen penting bersejarah, diperlukan pula partisipasi dari warga local untuk ikut membantu meningkatkan cara terbaik yang tidak merugikan pihak manapun. Dalam penelitian ini juga ditemukan perihal fosil fosil yang semakin hari semakin bertambah tatkala penemuannya pun tak terduga, namun jenis promosi tempat yang kurang membuat masyarakat kesusahan untuk mencari tahu terkait destinasi wisata ini. Dengan adanya penelitian ini, hal-hal yang bisa dikembangkan mulai diperhatikan dan dimulai dengan partisipasi warga lokalnya yang bisa menjaga keasrian wisata situs sangiran.