Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Sosial Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Anak di Kabupaten Bantaeng Yuniar, Jusfira; Mukramin, Sam'un; Haniah, St; Ismail, Lukman
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 1 No. 4 (2023): Agustus : Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v1i4.338

Abstract

This research aims to further examine what social impacts are experienced by a child who is a victim of Domestic Violence (KDRT) and to provide equal attention to children as the nation's shoots and is expected to be able to suppress acts of violence which continue to increase every year. This research uses a qualitative method with the type of case study research, namely research on natural object conditions where the researcher is a key instrument, data collection techniques are carried out in a triangulation (combined) manner, data analysis is inductive, qualitative research data emphasizes meaning rather than generalization. The results of the study show that domestic violence greatly affects children's character education. Because children learn and imitate and gain knowledge about the use of violence in solving problems. Children can learn and imitate from acts of violence committed by fathers to mothers, and peers, teachers / lecturers against him.
Pengentasan Kemiskinan Etnis Bajo Melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kearifan Lokal Mukramin, Sam'un; Haniah, St; Nawir, Muhammad; Ismail, Lukman; Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v13i2.12333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan kemiskinan yang dialami oleh etnis Bajo dan merumuskan model strategis dalam pengentasan kemiskinan baik secara konseptual maupun praktis melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bone. Penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dari 9 orang informan secara purposive. Adapun hasil penelitian menunjukkan: 1) Mewujudkan kolaborasi melalui kemitraan dan kerjasama yang melibatkan para ahli, peneliti, dan akademisi melalui program MBKM berbasis lingkungan agar meningkatkan produktifitas berpikir, kreatif, inovatif dan adaptif untuk kesejahteraan etnis Bajo, 2) Pembentukan lembaga swadaya masyarakat cinta kepada alam berfungsi dalam pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan kemandirian desa dan nelayan, 3) Pelaksana kelembagaan baik formal maupun informal adalah pemrakarsa yang menginisiasi/mengkoordinir hasil perencanaan desa dalam meningkatnya kesadaran potensi dan kelebihan dalam bertindak bijak, 4) Menumbuhkan organisasi rakyat yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan sebagai instrumen dalam perubahan paradigma serta mempraktikkan nilai-nilai baru, dalam kehidupan sehari-hari, 5) Memiliki usaha berbasis rumah tangga, berkarakteristik jenis usaha nelayan di permukiman etnis Bajo, berbahan baku hasil laut atau usaha berbahan baku bukan hasil laut, 6) Tersedianya sarana ruang produksi mikro pengolahan hasil laut, sebagai salah satu strategi menjadikan kawasan permukiman etnis Bajo kawasan pusat pengolahan hasil laut, 7) Konservasi kawasan permukiman menjadi eko wisata lokal atau nasional serta menata tempat pengolahan hasil laut agar menjadi pusat penjualan oleh-oleh khas etnis Bajo, dan 8) Sarana infrastruktur sebagai penunjang sistem sosial dan ekonomi dalam memperkuat akses pemerintah dan swasta untuk wilayah pesisir, melalui jaringan sosial masyarakat dan bermitra dengan berbagai pihak. Title: Poverty Alleviation of Bajo Ethnic Through Independent Learning, Independent Campus (ILIC)Program Based on Local WisdomThe purpose of this research is to analyze the problems of poverty experienced by the Bajo tribe so that they can find and formulate strategic models in poverty alleviation both conceptually and practically through the MBKM program based on local wisdom in Bone Regency. This research is descriptive qualitative with a case study approach to 9 informants with purposive sampling. The results of the study show: 1) Realizing cooperation through partnerships and cooperation involving experts, researchers and academics through the environment-based MBKM program in order to increase thinking, creative, innovative and adaptive productivity for the welfare of the Bajo tribe, 2) Formation of non-governmental organizations that love nature functions in community empowerment to foster village and fisherman independence, 3) Institutional implementers both formal and informal are initiators who initiate/coordinate the results of village planning in increasing awareness of the potential and strength in acting wisely, 4) Growing community organizations that aim to alleviate poverty and as an instrument in changing paradigms and practicing new values, in everyday life, 5) Having a household-based business characterized by the type of fishing business in Bajo tribal settlements that are made from sea products or businesses based on sea products, 6) Availability micro production space facilities for processing marine products, as one of the strategies to make residential areas of the Bajo tribe a center for processing marine products, 7) Preservation of residential areas to become local or national ecotourism and managing marine product processing areas to become sales centers for souvenirs typical of the Bajo tribe, and 8) Infrastructure facilities to support social and economic systems in strengthening government and private access to coastal areas, through social networks and partnerships with various parties.
Kebutuhan Palsu dalam Masyarakat Konsumtif: Kritik Terhadap llusi Kebahagiaan Iklan Media Sosial Syarifuddin; Haniah, St; Arwini, Ika; Jusman, Jusman; syarifuddin, syarifuddin
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/chs47k31

Abstract

Abstrak. Perkembangan media sosial sebagai bagian dari kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat modern. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi industri dalam membangun makna tentang kebahagiaan, kesuksesan, dan gaya hidup ideal melalui iklan digital. Iklan yang disajikan secara intens, visual, dan persuasif cenderung mengaitkan kebahagiaan dengan kepemilikan barang serta kemampuan mengikuti tren yang sedang berkembang. Kondisi ini mendorong terbentuknya budaya konsumtif, di mana kebutuhan individu tidak lagi sepenuhnya bersumber dari kebutuhan nyata, melainkan dibentuk oleh pengaruh media dan kepentingan pasar.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana iklan media sosial membentuk kebutuhan palsu dan menciptakan ilusi kebahagiaan dalam masyarakat konsumtif dengan menggunakan perspektif kritis Herbert Marcuse. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui penelaahan terhadap berbagai sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan teori kebutuhan palsu, industri budaya, serta kajian masyarakat konsumtif. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis dengan menginterpretasikan dan mensintesis gagasan-gagasan utama dari literatur yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa iklan media sosial berperan penting dalam membentuk kebutuhan palsu dengan cara menanamkan anggapan bahwa kebahagiaan dan keberhasilan hidup dapat dicapai melalui konsumsi produk tertentu. Media sosial, melalui algoritma dan strategi pemasaran digital, secara halus mengarahkan keinginan individu sehingga pilihan konsumsi seolah-olah muncul secara bebas, padahal telah dikonstruksi oleh sistem kapitalisme lanjut. Fenomena ini juga berkontribusi pada terbentuknya manusia satu dimensi, yaitu individu yang cenderung kehilangan daya kritis dan menerima realitas konsumtif tanpa refleksi mendalam.Selain berdampak pada pola konsumsi, ilusi kebahagiaan yang dibangun melalui iklan media sosial turut memengaruhi kondisi psikologis dan sosial masyarakat. Tekanan untuk mengikuti standar gaya hidup tertentu berpotensi menimbulkan rasa tidak puas, kecemasan, serta pergeseran nilai dalam hubungan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kesadaran kritis dan literasi digital agar individu mampu memahami dan menyikapi iklan media sosial secara lebih reflektif, sehingga tidak sepenuhnya terjebak dalam logika konsumsi yang menyesatkan. Kata Kunci: Media sosial, kebutuhan palsu, masyarakat konsumtif, iklan digital, Herbert Marcuse.