Dwi Salsabila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Determinan Tax Avoidance pada Perusahaan Manufaktur di Sektor Aneka Industri dan Industri Dasar: Studi Empiris di BEI Tahun 2017–2019 dwi salsabila
Journal of Public and Business Accounting Vol. 5 No. 1 (2024): January - June
Publisher : Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Widya Gama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jopba.v5i1.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh capital intensity, inventory intensity, dan leverage terhadap praktik tax avoidance pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri serta sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017–2019. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal dan teknik analisis regresi linier berganda. Sampel terdiri dari 41 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan total 123 observasi. Variabel independen terdiri dari capital intensity (rasio aset tetap terhadap total aset), inventory intensity (rasio persediaan terhadap total aset), dan leverage (Debt to Equity Ratio), sedangkan variabel dependen yaitu tax avoidance yang diproksikan dengan Effective Tax Rate (ETR). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Capital intensity dan inventory intensity memiliki pengaruh positif yang kuat, sementara leverage juga berpengaruh positif meskipun lebih moderat. Temuan ini mendukung teori keagenan dan literatur sebelumnya yang menyatakan bahwa struktur aset dan pembiayaan perusahaan dapat dimanfaatkan sebagai strategi perencanaan pajak yang legal. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi otoritas perpajakan untuk menggunakan indikator capital intensity, inventory intensity, dan leverage sebagai alat identifikasi awal perusahaan yang memiliki potensi tinggi melakukan tax avoidance, sehingga pengawasan dan kebijakan kepatuhan dapat lebih terarah dan efektif.