Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Terkait Penilaian Barang Milik Negara Maupun Tujuan Lainnya Putri, Galuh Ajeng Eko; Ilhanah, Salwa; Rudhiya, Zahra; Putri, Signorita Maharanie Setiawan
Jurnal Acitya Ardana Vol 3 No 1 (2023): Dinamika Kebijakan Publik V
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jaa.v3i1.1990

Abstract

There are many discrepancies between the value of BMN on the balance sheet and its fair value (Rosiana & Solovida, 2018). For this reason, BMN revaluation activities are needed, as happened in 2017-2018 (Nurbiyanto, 2020). In carrying out the revaluation, an assessment technique is needed that adapts to the needs and conditions in the implementation of the revaluation. The research method used is a qualitative research method using secondary data through literature studies. In 2018, the total BMN that was revalued consisted of 13% of land, 40% of roads, bridges and waterworks, and 47% of buildings (2017-2018 BMN Reassessment Report). Based on a literature study, there are three BMN valuation techniques, including full valuation, desktop valuation, and market-appeal robustity matrix (Nurbiyanto, 2020; Ahyati, Firmansyah & Kausar, 2020). Terjadi banyak ketimpangan antara nilai BMN di neraca dengan nilai wajarnya (Rosiana & Solovida, 2018). Untuk itu, diperlukan kegiatan revaluasi BMN, seperti terjadi pada tahun 2017-2018 (Nurbiyanto, 2020). Dalam melaksanakan revaluasi tersebut, diperlukan teknik penilaian yang menyesuaikan kebutuhan dan kondisi dalam pelaksanaan revaluasi. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan data sekunder melalui studi literatur. Pada tahun 2018, jumlah BMN yang direvaluasi terdiri atas 13% tanah, 40% jalan jembatan, dan bangunan air, serta 47% bangunan gedung (Laporan Penilaian Kembali BMN 2017-2018). Berdasarkan studi literatur, terdapat tiga teknik penilaian BMN, antara lain full valuation, desktop valuation, dan market-appeal robusticity matrix (Nurbiyanto, 2020; Ahyati, Firmansyah & Kausar, 2020).
Pengaruh Jarak Menuju Stasiun Terhadap Harga Penawaran Properti: Studi Properti Residensial di Kawasan Stasiun Gubeng Kota Surabaya Putri, Galuh Ajeng Eko
Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v5i2.210

Abstract

Pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development – TOD) adalah salah satu strategi dalam mitigasi dampak negatif urban sprawl dengan mengintegrasikan sistem transportasi publik dan tata guna lahan. Investasi infrastruktur seperti stasiun kereta api secara teoretis akan mengapitalisasi nilai properti di sekitarnya. Seiring dengan rencana penerapan konsep TOD di Stasiun Gubeng, penelitian ini bertujuan untuk mengestimasikan pengaruh jarak menuju stasiun terhadap harga penawaran properti residensial di sekitarnya, mencakup Kecamatan Genteng, Gubeng, dan Tambaksari. Dengan menggunakan kerangka Hedonic Pricing Model (HPM), penelitian ini menganalisis data properti residensial yang dikumpulkan dari hasil observasi dan portal properti daring selama periode Mei—Juni 2025. Analisis regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) diterapkan untuk mengestimasi pengaruh variabel lokasi (jarak menuju stasiun), struktural, dan lingkungan terhadap harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak menuju Stasiun Gubeng memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap harga penawaran properti. Temuan ini mengonfirmasi bahwa setiap penurunan jarak menuju stasiun berkorelasi dengan peningkatan harga properti. Implikasinya, pengembangan model dari variabel yang signifikan dapat menjadi acuan dalam penentuan benchmark price untuk perencanaan anggaran pembebasan lahan serta menjadi dasar pertimbangan dalam pemutakhiran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai respons terhadap investasi infrastruktur publik.