Sunarto, Kris
Badan Informasi Geospasial

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN DATA GEOSPASIAL UNTUK IDENTIFIKASI SEBARAN KETERSEDIAAN AIR DAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT-NTB Sunarto, Kris
GEOMATIKA Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2012.18-2.189

Abstract

Ketersediaan air dan pakan ternak merupakan syarat pokok dalam keberhasilan pembudidayaan ternak pada umumnya.Ternak ruminansia lebih memerlukan air dan hijauan maupun olahan limbah pertanian.Informasi potensi wilayah tentang ketersediaan air dan pakan ternak dapat didata secara geospasial. Dengan menggunakan teknik SIG dan dengan metode analisis dan interpretasi citra penginderaan jauh,  koleksi, kompilasi, reformat, dan standardisasi data, maka identifikasi sebaran ketersediaan air dan pakan ternak dapat diketahui. Maksud kajian adalah penyiapan informasi tentang lokasi potensi dan ketersediaan air serta bahan pakan ternak ruminansia guna pengembangan pembudidayaan pertanian peternakan wilayah kajian.Hasil kajian berupa beberapa peta tematik terstandar, peta-petaketersediaan air dan bahan pakan ternak wilayah Kabupaten Lombok Barat berserta data luasan.Data dan informasi Geospasial tersebut dapat digunakan untuk kajian lebih lanjut baik pengembangan pembudidayaan ternak maupun tanaman pakan ternak serta bahan pangan pada umumnya untuk program ketahanan pangan tingkat daerah maupun tingkat nasional.Kata kunci: Data geospasial, ketersediaan air dan pakan ternak, Budidaya pertanian peternakan.ABSTRACTWater and fodder availability is a basic requirement  for livestock farming success. Ruminant livestock requires more water, forage, and processed agricultural waste as their primary feed. Information about the potential area where water and fodder are available could be geo-spatially recorded and managed. By using GIS techniques, remote sensing imagery analysis and interpretation, as well as data collection compilation, reformation and standardization, water and fodder availability and distribution can beidentified .The study results standardized thematic maps, availability maps of water and fodderin Lombok Barat Regency. These geospatial data and information can be used for further studies on the development of livestock breeding and fodder crops, and foodstuffs in general for the food security program at regional and national level. Keywords: geospatial data, the availability of water and fodder, raising livestock farming
CURCUMA HARVEST ESTIMATION USING GEOSPATIAL INFORMATION Sunarto, Kris
GEOMATIKA Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2013.19-1.166

Abstract

Temulawak or Curcuma (Curcuma xanthorrhiza) is one of prominent herbal medicine that needs to be researchedanddeveloped tomeetboth domestic andexport needs. The development of Curcuma as an agricultural commodity can be done inless fertilelandwith less shade. Curcumais actually among importance herbal medicine commodities; however its price is notstable even considered very low, resulted in a hesitantfor farmersto grow it. Therefore, harvest volume needs to be controlled to anticipate demand at a good price. Habitatof curcuma plantand its productionestimationof a particular area canbe assessedusing geospatial data andinformation. The purposeof this research is tofind out how muchis the optimalpost-harvestproductioninthe studyarea. Method used to obtain the estimationforoptimumposition in this researchis amediummulti-sample value. The result showed that based on demonstration plot (“demplot”), the optimum harvest is15.8 tons/hectare/year. Meanwhile, based on classification of land suitability map and the farmer’s capacity, it was estimated that the harvest yielded at the study area was 94.284 tons wet harvest for 5.967 hectares. Keywords: Geospatial Information, Curcuma, Herbal Medicine,Optimum Harvest.  ABSTRAK Temulawak atau “Curcuma”(Curcuma xanthorrhiza) merupakan obat herbal yang perlu diteliti dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor. Sebagai komoditas pertanian, budidaya temulawak dapat dilakukan di lahan yang kurang subur dengan sedikit naungan. Temulawak sebagai komoditas dibutuhkan, tetapi harga tidak selalu stabil, bahkan terlalu murah, sehingga menyebabkan petani enggan untuk menanamnya.Untuk itu, volume panen harus dikendalikan untuk mendapatkan permintaan pasar dengan harga yang baik. Habitat tanaman dan perkiraan produksi dapat dianalisis menggunakan data dan informasi geospasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar produksi pasca panen yang optimal pada area penelitian. Metode yang digunakan untuk mendapatkan perkiraan pada posisi optimal adalah menggunakan hasil multi sampel media. Penelitian ini memperlihatkan bahwa berdasarkan demplot yang dihasilkan dari panen optimal adalah 15,8 ton/hektar/tahun. Sedangkan berdasarkan klasifikasi peta penggunaan lahan dan kemampuan petani, diperkirakan bahwa pada area penelitian menghasilkan 94,284 ton panen basah untuk 5,967 hektar lahan.Kata kunci: Informasi Geospatial, Temulawak, Obat Herbal, Panen Optimal.