Dismenore merupakan keluhan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik maupun psikologis, seperti nyeri perut, kelelahan, serta gangguan konsentrasi belajar. Dismenore yang tidak ditangani dengan baik berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, dan menyebabkan ketidakhadiran di sekolah. Salah satu upaya yang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui edukasi kesehatan reproduksi yang tepat dan mudah dipahami oleh remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang dismenore serta upaya pencegahan dan penanganannya. Kegiatan dilaksanakan di Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati melalui dua tahap pertemuan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan focus group discussion (FGD). Sasaran kegiatan adalah remaja putri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kemampuan menjelaskan pengertian, penyebab, gejala, serta penatalaksanaan dismenore baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Selain itu, peserta menunjukkan sikap lebih terbuka dan aktif dalam membahas permasalahan menstruasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan remaja putri dalam mengelola dismenore secara mandiri. Edukasi dismenore direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan posyandu remaja sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja