p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPS
saafi, nasrun
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRADISI POAGO DAN KAOMBO PADA MASYARAKAT MBANUA KECAMATAN SIOMPU BARAT KABUPATEN BUTON SELATAN saafi, nasrun
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Sejarah Terbitan Bulan November 2023
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines and reveals the Poago and Kaombo Traditions in the Mbanua Community, West Siompu District, South Buton Regency, to find out the background of the Poago traditional medicine tradition and the Kaombo prohibition protection tradition and to know the practices and procedures for implementing the Poago tradition and the Kaombo tradition. This type of study was qualitative research. Data collection was carried out in Mbanua Village, West Siompu District, South Buton Regency by relying on interviews, observation, and literature study approaches. The results showed that the background of the poago traditional medicine tradition was the concern and fear of the community for something that would happen to their lives at the turn of the season commonly known as the term kalelei. The background of the tradition of protection and prohibition of kaombo was to maintain, protect, and preserve the protected forest as well as to maintain and protect garden products and fruit plants. The process of implementing the poago traditional medicine tradition was carried out in the mosque and led by an Islamic religious leader (Imam) by reading and reciting tobah astaghfirullah (100 times), shalawat on the prophet (100 times), Allahumma ya mahmudu (200 times), Al-Ikhlas (100 times), and rahatibu laailaahaillallah (100 times). The implementation of the tradition of protection and prohibition of kaombo was led by parabela traditional leaders starting with preparing the completeness of the procession, wrapping the completeness of the materials that had been prepared with white cloth then tied and hung on bamboo sticks, then stored in a place or tree that would be kaombo accompanied by reading batata (prayers).
PESTA ADAT BEKHASIANO LIWU DI DESA WOLOWA BARU KECAMATAN WOLOWA saafi, nasrun
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sejarah Terbitan Bulan Mei 2024
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan mengungkapkan Pesta Adat Bekhasiano Liwu di Desa Wolowa Baru Kecamatan Wolowa Kabupaten Buton, dengan tujuan: untuk mengetahui latar belakang adanya pesta adat bekhasiano liwu, proses pelaksanaan pesta adat bekhasiano liwu, dan makna yang terkandung pada pesta adat bekasiano liwu. Penelitian ini adalah penelitian sosial budaya dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Desa Wolowa Baru Kecamatan Wolowa Kabupaten Buton dengan bertumpu pada pendekatan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya pesta adat bekhasiano liwu yaitu bermula dari kemenangan perang antara masyarakat Wolowa dalam menghadapi sanggila (bajak laut). Dari kemenangan ini masyarakat Wolowa lalu mengadakan pesta adat sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Proses pelaksanaan pesta adat bekhasiano liwu di awali dengan tahap persiapan dan pembuatan isi kacingkaha, selanjutnya inti pelaksanaan pesta adat bekhasiano liwu bermula dari ziarah ke benteng Kantolobea, liliano kampo (keliling kampung), angkeano tala (angkat talang), dan diakhiri makan bersama, penampilan tarian-tarian adat, hiburan malam, bongkar sabua sebagai rangkaian acara penutup. Makna yang terkandung dalam pelaksanaan pesta adat bekhasiano liwu di Desa Wolowa Baru Kecamatan Wolowa adalah: makna religi yaitu sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan perlindungan keselamatan, kesehatan, dan rezeki; Makna sosial yaitu sebagai sarana membangun hubungan silahturami dalam kehidupan masyarakat Wolowa; Makna budaya yaitu pesta adat bekhasiano liwu merupakan suatu tradisi warisan dari nenek moyang yang harus tetap dilestarikan sebagai jati diri masyarakat Wolowo
RITUAL POSUMANGA PADA MASYARAKAT TALAGA RAYA saafi, nasrun; TIFAYANTI, AGUS
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sejarah Terbitan Bulan November 2024
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan mengungkapkan Ritual Posumanga Masyarakat Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah, dengan tujuan: untuk mengetahui latar belakang adanya ritual posumanga, proses pelaksanaan ritual posumanga, dan nilai yang terkandung pada ritual posumanga. Penelitian ini adalah penelitian sosial budaya dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah dengan bertumpu pada pendekatan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya ritual posumanga merupakan suatu tradisi atau budaya yang sering dilakukan oleh masyarakat Talaga Raya untuk mengenang dan mendoakan arwah orang yang telah meninggal dunia. Tentang kapan adanya tidak dapat diketahui dengan pasti, mengingat ritual ini telah tersimpan dalam memory kolektif masyarakat yang diturunkan secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi. Proses pelaksanaan ritual posumanga
HEPORAE; TRADISI TUNANGAN MASYARAKAT PAJAM KECAMATAN KALEDUPA SELATAN KABUPATEN WAKATOBI saafi, nasrun
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Akademik Pendidikan Sejarah
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan mengungkapkan heporae sebagai tradisi tunangan masyarakat Pajam Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi., dengan tujuan: untuk mengetahui latar belakang adanya tradisi heporae, tata cara pelaksanaan tradisi heporae dan nilai yang terkandung dalam tradisi heporae. Penelitian ini adalah penelitian sosial budaya dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Desa Pajam Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi dengan bertumpu pada pendekatan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya tradisi heporae merupakan suatu tradisi pertunangan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pajam untuk memberitahukan kepada masyarakat sekitar bahwa kedua insan telah diikat sesuai adat sebelum dilangsungkannya pernikahan. Tentang kapan adanya, tidak dapat diketahui dengan pasti, mengingat tradisi ini telah tersimpan dalam memori kolektif masyarakat yang diturunkan secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi. Proses pelaksanaan tradisi heporae dilaksanakan dalam 3 tahab, yaitu: tahab awal, pihak laki-laki terlebih dahulu harus melakukan pasola/parara yaitu mengabarkan atau menginformasikan secara diam-diam; tahab tengah, potumpu yaitu pihak laki-laki mendatangi rumah pihak perempuan secara resmi untuk menyampaikan maksud dan tujuannya melamar si perempuan; dan tahab akhir, setelah selesai menentukan mahar pada saat lamaran (potumpu), dilanjutkan dengan penentuan hari pernikahan, dengan melihat waktu yang baik sesuai dengan perhitungan masyarakat setempat dan kesepakatan dari kedua belah pihak. Nilai yang terkandung dalam tradisi heporae adalah nilai budaya yaitu suatu pandangan hidup yang dimiliki oleh masyarakat Pajam dan akan diwariskan secara turun temurun; nilai sosial yaitu melibatkan anggota masyarakat mulai persiapan hingga akhir. Seluruh masyarakat saling membantu mempersiapkan pelaksanaan proses pelamaran; nilai religi yaitu menuntut kita sebagai manusia yang sudah akil baligh agar segera menikah dengan terlebih dahulu melaksanakan heporae agar kedua insan tersebut saling mengenal dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan