Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Coastal Abrasion Rate of Laha Village Ambon City using Satellite Data Samallo, Zulfikri; Warniyati, Warniyati; Sihombing, Tri Octaviani; Tutkey, Monica R
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2024.v5i1.6002

Abstract

The coastline is the boundary between the sea and land. Line changes are caused by abrasion and accretion. Abrasion and accretion occur throughout the coast of Laha so that the coastline undergoes quite drastic changes. This study aims to determine how much the average rate of abrasion and coastal accretion per year and how much the average area of abrasion and accretion for 10 years of recording data on the Laha coast. This study uses the remote sensing method as a rapid study to detect the rate of abrasion and accretion on Laha beach using Landsat 8 images in 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022 as primary data Calculation of shoreline changes using DSAS (digital shoreline analysis system) using the NSM (net shoreline movement) statistical method. The results of the 10-year coastal abrasion rate study occurred thoroughly on the coast of Laha beach. The highest abrasion occurred in 2018-2019 with an average value of NSM -15 cm/year while the highest accretion occurred in 2019-2020 with an average value of NSM +19.97 cm/year. Abrasion area for 10 years with an average value of NSM of -89.29 m2 / year while accretion for 10 years with an average value of NSM of +70.70 m2/ year. With the rate of abrasion that occurs, it is necessary to build coastal buildings evenly so that abrasion can be minimized.
PENILAIAN KERUSAKAN PANTAI DI KECAMATAN LEIHITU BARAT DAN PRIORITAS PENANGANANNYA Sipiel, Febrian Alexander; Warniyati, Warniyati; Sihombing, Tri Octaviani; Tutkey, Monica R
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.26-33

Abstract

Penilaian tingkat kerusakan bangunan pelindung pantai merupakan tahap awal dari bagian dari perencanaan Pengeloalan daerah pantai, dalam rangka pengaturan, pencegahan, perlindungan dan rehabilitasi kerusakan lahan, infrastruktur dan prasarana umum di daerah pantai. Penilaian tingkat kerusakan pantai dibutuhkan untuk menentukan prioritas kerusakan pantai yang memerlukan penanganan segera. Dalam penelitian ini dilakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan daerah pantai dan penentuan prioritas penanganannya pada Wilayah Pengamanan Pantai di Kecamatan Leihitu Barat. Daerah pantai di Kecamatan Leihitu Barat terdiri dari 5 negeri/desa dan dibagi menjadi 41 segmen. Setiap segmen bangunan pelindung pantainya pada setiap negeri/desa dipisahkan oleh muara sungai atau ujung dari bangunan pelindung pantai tersebut. Penelitian ini dilakuak dengan pengumpulan data kerusakan bangunan pantai, analisis data, pembobotan tingkat kerusakan daerah pantai dan tingkat kepentingan pantai, serta penentuan prioritas penanganannya. Parameter-parameter kerusakan pantai yang dianalisis meliputi kerusakan/kegagalan bangunan pantai berdasarkan Pedoman Penilaian Kerusakan Pantai dan Prioritas Penangannanya dengan kode EA-2. Berdasarkan hasil penilaian kerusakan daerah pantai, penilaian tingkat kepentingan dan penentuan prioritas penanganan, didapatkan bahwa kerusakan/kegagalan bangunan pantai yang sangat amat diutamakan penanganannya adalah, Negeri Hatu pada segmen V, VI dan segmen VII, Negeri Allang pada segmen IV, dan Negeri Larike yaitu pada segmen III dan VII. Penanganan yang disarankan adalah rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan pelindung pantai.