Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELIGIOSITAS TANPA LEGALITAS: Pemaknaan Praktik Keagaaman Berdasarkan Iman Kristiani Sonata, Beta Ria
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 1 (2023): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.1, December 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i1.180

Abstract

Meaning in religious practices based on the Christian faith is significant to avoid formality and legalism in religion. This research examines religiosity from a theological perspective as a guide for Christians in carrying out religious practices inwardly and intimately with the Triune God. Using a literature study method, this article highlights the dangers of being trapped in religious formality. It emphasizes the importance of carrying out religious practices not only because they have good values, but are also based on strong Christian faith. With a deep understanding of religiosity, it is hoped that Christians can develop a more intimate personal relationship with God in living their daily religious life.   Pemaknaan dalam praktik keagamaan berdasarkan iman Kristiani sangat penting untuk menghindari formalitas dan legalisme dalam beragama. Penelitian ini mengkaji religiositas dari sudut pandang teologi sebagai pedoman bagi umat Kristiani dalam menjalankan praktik keagamaan secara batiniah dan intim dengan Allah Tritunggal. Dengan menggunakan metode studi pustaka, artikel ini menyoroti bahaya terjebak dalam formalitas agamawi dan menekankan pentingnya menjalankan praktik keagamaan bukan hanya karena nilai-nilainya baik, tetapi juga didasari oleh iman Kristiani yang kuat. Dengan pemahaman yang mendalam tentang religiositas, diharapkan umat Kristiani dapat mengembangkan hubungan pribadi yang lebih intim dengan Tuhan dalam menjalani kehidupan beragama sehari-hari.
Diaconal Services for Congregants in Need of Emotional and Spiritual Support at GPEI Bitung Aitkobo, Dhion Deversen; Sonata, Beta Ria
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2025)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v5i2.273

Abstract

This study explores the role of diaconia in providing emotional an spiritual support to the congregation at GPEI Bitung. By implementing community services such as home visits, prayer gatherings, and Bible study groups, the congregation has strengthened emotional bonds between the pastor and the congregation, particularly those facing challenges like health or financial issues. The results show significant improvements in emotional and spiritual growth, engagement in church activities, and stronger interpersonal relationships within the community. Diaconia effectively nurtures solidarity, builds a caring environment, and enhances spiritual maturity within the congregation. The challenges faced include limited human resources and operational funding. This study emphasizes the importance of holistic ministry and recommends the replication of the program with contextual adaptations. Penelitian ini mengkaji peran diakonia dalam memberikan dukungan emosional dan spiritual kepada jemaat di GPEI Bitung. Melalui pelaksanaan pelayanan masyarakat seperti kunjungan rumah, pertemuan doa, dan kelompok belajar Alkitab, jemaat telah memperkuat ikatan emosional antara pendeta dan jemaat, khususnya mereka yang menghadapi tantangan seperti masalah kesehatan atau keuangan. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pertumbuhan emosional dan spiritual, keterlibatan dalam kegiatan gereja, dan hubungan interpersonal yang lebih kuat dalam komunitas. Diakonia secara efektif memelihara solidaritas, membangun lingkungan yang peduli, dan meningkatkan kedewasaan spiritual dalam jemaat. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan dana operasional. Penelitian ini menekankan pentingnya pelayanan holistik dan merekomendasikan replikasi program dengan adaptasi kontekstual.
Mengembangkan keterampilan konseling untuk meningkatkan kualitas pelayanan Sonata, Beta Ria
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i2.21887

Abstract

Kesehatan mental adalah salah satu aspek penting dari kesejahteraan manusia. Namun sering sekali terganggu oleh karena berbagai faktor seperti lingkungan keluarga, teman sebaya, masyarakat, dan media sosial. Oleh sebab itu Brave to Talk and Share Community hadir untuk memberikan lingkungan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi para siswa dan mahasiswa binaan sebagai wadah untuk menceritakan permasalahan mereka. Lingkungan kondusif seperti ini tercipta jika para mentor memiliki keterampilan konseling seperti teknik listening, understanding, analytical, dan empathy. Dengan demikian, pelatihan ini dilakukan untuk memperlengkapi para mentor memiliki pemahaman dan keterampilan dasar konseling. Metode yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini adalah service learning. Teknis pelaksanaannya dilakukan dengan tiga tahap, pertama yaitu melakukan pengamatan, wawancara, dan diskusi bersama Pendiri Brave to Talk and Share Community. Tahap kedua adalah pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Tahap ketiga adalah melakukan evaluasi terhadap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan melakukan observasi, wawancara, dan memberikan form evaluasi melalui google form. Hasil yang diperoleh adalah peserta memahami konsep teori, dan mampu mempraktikkannya dalam latihan konseling. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan telah terlaksana dengan baik dan mencapai target yang diharapkan.