Perkembangan dan transformasi di bidang teknologi, informasi, industri, dan era society 5.0 menyebabkan karyawan dituntut untuk selaras mengikuti perubahan yang terjadi dalam organisasi. Perubahan tatanan regulasi berawal dari perubahan manajemen PNS di era Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, serta reformasi birokrasi nasional yang berakibat pada perubahan manajemen kepegawaian, kemudian diharapkan pada tahun 2025 dapat bertansformasi menjadi pengembangan ASN berbasis potensi atau human capital. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini, sesuai dengan fenomena yang merupakan hasil dari observasi lapangan. Teknik verifikasi data yang dianggap relevan dalam penelitian ini, antara lain triangulasi data, member check dan konfirmasi (eksternal auditor). Kegiatan analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Peneliti merangkum data/informasi melalui observasi, wawancara, dan kajian dokumentasi, kemudian menyusun hasil pengolahan data tersebut sesuai dengan formatnya masing-masing, hasil wawancara disusun berdasarkan pedoman, dan hasil observasi disusun sesuai dengan topik. Analisis SWOT dilakukan untuk mengalisis peningkatan human capital dalam jabatan fungsional pustakawan, sehingga diketahui apa saja faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi. Setelah mendapatkan beberapa isu strategis, dilakukan identifikasi untuk merumuskan strategi apakah yang sesuai dalam peningkatan human capital pada jabatan fungsional di Universitas Padjadjaran. Hasil penelitian menunjukkan beberapa strategi yang dapat diimplementasikan, antara lain meningkatkan dan melaksanakan proyek-proyek atau peluang kerjasama maupun melalui Nota Kesepahaman (MoU), benchmarking, staff exchange, serta membangun kompetensi pustakawan. Keberadaan jabatan fungsional pustakawan diperlukan dalam mendukung sumber daya akademik dan layanan terhadap pengguna.