Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penilaian Manajemen Kesalahan Jaringan pada PT XYZ dengan Plan-Do-Check-Act Wirawan, Muhammad Naufal; Lubis, Muharman; Hediyanto, Umar Yunan Kurnia Septo
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i2.4568

Abstract

Penggunaan teknologi jaringan kian meningkat, Namun, kompleksitas jaringan sering menyebabkan masalah yang sulit diidentifikasi dan ditangani oleh admin jaringan, yang berdampak pada penurunan kualitas jaringan. Oleh karena itu, diperlukan manajemen jaringan yang bertujuan menjaga kestabilan jaringan. FCAPS merupakan sebuah konseptual dalam manajemen jaringan yang dibuat oleh ISO yang dibagi kedalam lima area. salah satunya adalah manajemen kesalahan (fault management). MFAST memiliki rekomendasi 13 aktivitas manajemen kesalahan jaringan beserta parameter penilaiannya untuk menilai implementasi manajemen kesalahan jaringan di perusahaan. Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi terhadap manajemen kesalahan jaringan pada PT XYZ menggunakan pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act) yaitu metode manajemen yang efektif untuk meningkatkan sistem operasional secara berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan pihak perusahaan terkait penerapan manajemen kesalahan jaringan di PT XYZ. Standar manajemen kesalahan jaringan yang diterapkan mengacu pada 13 aktivitas MFAST. Pengukuran skor menggunakan parameter MFAST yang diturunkan untuk menilai PDCA dalam setiap aktivitasnya. Skor PDCA dihitung dengan mempertimbangkan urgensi PDCA di Perusahaan, menghasilkan nilai akhir untuk setiap aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesalahan jaringan di PT XYZ telah diterapkan dengan baik dalam beberapa aspek berdasarkan pemetaan MFAST. Namun, terdapat ruang untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dengan mengadopsi prosedur yang lebih terstruktur dan melakukan aktivitasnya secara teratur.
Customer Relationship Management Strategies in Coffee Shops: A Literature-Based Analysis of Kopi Kenangan Tamara Indhira, Sekar; Lubis, Muharman; Wirawan, Muhammad Naufal; Tiara Citra Maharany, Sekar; Fauzan, Ratandi
Electronic Integrated Computer Algorithm Journal Vol. 3 No. 2 (2026): VOLUME 3, NO 2: APRIL 2026
Publisher : Yayasan Asmin Intelektual Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62123/enigma.v3i2.168

Abstract

This study presents a literature-based analysis of Customer Relationship Management (CRM) strategies in coffee shops, with a particular focus on Kopi Kenangan as a prominent coffee chain in Indonesia. The study aims to identify how CRM practices are reflected in both physical store experience and digital customer engagement through the brand’s mobile application, and to examine how these practices may relate to customer satisfaction and loyalty. The research employed a descriptive qualitative literature review by analyzing scholarly journal articles, conference proceedings, and relevant secondary reports. The reviewed literature suggests that integrated CRM practices in coffee shops commonly operate through two complementary channels: in-store relationship building and digital relationship management. In-store factors such as servicescape, service quality, and customer-friendly facilities are consistently associated with positive customer experiences, while digital features such as mobile ordering, loyalty mechanisms, and promotional communication may enhance convenience, engagement, and repeat purchase intention. In the context of Kopi Kenangan, the available literature indicates that the combination of offline and online CRM strategies is likely to support customer relationship development and brand loyalty. This study concludes that the integration of service experience and digital engagement represents an important CRM approach in the contemporary coffee shop industry, while also highlighting the need for future empirical studies to validate these patterns more directly.