Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RECENCY FREQUENCY MONETARY DAN K-MEANS CLUSTERING PADA KLINIK GIGI UNTUK MENENTUKAN SEGMENTASI PASIEN Setiono, Aji; Triayudi, Agung; Esti Handayani, Endah Tri
Jurnal Sistem Informasi Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsii.v10i1.5999

Abstract

Dengan semakin berkembangnya persaingan bisnis, agar mendapatkan pasien lebih banyak dan kepuasan pelayanan terhadap pasien, maka perusahaan harus mempunyai strategi. Palapa Dentists belum mengadopsi strategi CRM (Customer Relationship Management) masih memperlakukan semua pasien dengan pendekatan yang sama. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan data mining menggunakan teknik cluster untuk mengetahui karakteristik setiap pasien. Penelitian ini menggunakan metode RFM (Recency Frequency Monetary) dan K-Means Clustering dengan tujuan menentukan segmentasi pasien dan memilih kelompok pasien mana yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Penentuan jumlah cluster menggunakan elbow method yang menghasilkan jumlah cluster terbaik adalah 2. Silhouette score menghasilkan jumlah 2 cluster dengan score 0.6014345457538962. Sedangkan hasil davies-bouldin score menunjukan cluster optimal dengan 3 cluster tapi skornya 0.7500785223208264 masih jauh dari 0. Cluster 1 memiliki 17.413 anggota dan cluster 2 memiliki 2.068 anggota. Cluster 1 memiliki nilai rata-rata recency 641,63, frequency 3,21, dan monetary Rp. 2.424.251,98. Sedangkan cluster 2 memiliki nilai rata-rata recency 286,87, frequency 19,32, dan monetary Rp. 20.087.467,49. Dapat disimpulkan cluster 2 adalah kelompok pasien yang lebih menguntungkan dibandingkan cluster 1. Kata kunci: Customer Relationship Management, Segmentasi, RFM, K-Means Clustering, Cluster
PENERAPAN ASAS THE BEST INTEREST OF THE CHILD DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK DI INDONESIA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA setiono, aji
Recidive : Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : Criminal Law Section Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/recidive.v14i3.99416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai peran Asas The Best Interest Of Child dalam system peradilan pidana anak dalam memberikan hukuman. Melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), menjelaskan dalam menjatuhkan hukuman terhadap anak harus mengutamakan asas kepentingan terbaik bagi anak sebelum menggunakan asas ultimum remedium. Asas ini dalam peradilan pidana menekankan pada perlindungan dan rehabilitasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa UU SPPA telah mengakomodasi asas ini melalui diversi dan system peradilan ramah anak. Namun, terdapat tantangan seperti kurangnya pemahaman apparat, keterbatasan fasilitas, dan stigma sosial masih menjadi penghambat. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi kebijakan dan sinergi antar instansi guna memastikan perlindungan hukum yang lebih efektif bagi anak yang berhadapan dengan hukum.Kata kunci: The Best Interest Of Child, system peradilan pidana anak, diversi Abstract : This research aims to analyze the role of the Best Interest of the Child principle in the juvenile criminal justice system in providing punishment. Through Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (UU SPPA), it is explained that when imposing punishment on children, they must prioritize the principle of the child's best interests before using the principle of ultimum remedium. This principle in criminal justice emphasizes protection and rehabilitation. The results of this research show that the SPPA Law has accommodated this principle through diversion and a child-friendly justice system. However, there are challenges such as a lack of understanding of the authorities, limited facilities, and social stigma which is still an obstacle. Therefore, it is necessary to optimize policies and synergy between agencies to ensure more effective legal protection for children in conflict with the law.Keywords: The Best Interest Of Child, juvenile criminal justice system, diversion