Cokorda Istri Arina Cipta Utari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENATAAN KORIDOR DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PROPOSAL PEMBANGUNAN BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA KABUPATEN BADUNG, BALI Satya Nugraha, Putu Gede Wahyu; Cokorda Istri Arina Cipta Utari; I Gusti Agung Gede Nodya Dharmastika
Jurnal Abdi Daya Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Daya Vol.3 No.1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.3.1.2023.34-40

Abstract

Banjar Bualu yang terketak di Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan ini didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Kegiatan pengabdian ini merupakan lanjutan atau tahapan kedua dari pengabdian yang sebelumnya sudah dilakukan di Banjar Bualu. Sebelumnya, kegiatan pengabdian berfokus kepada usulan perencanaan desain arsitektural bangunan Banjar Bualu. Selanjutnya atas permintaan mitra agar pihak Universitas Warmadewa melanjutkan dalam membantu proses pembuatan proposal permohonan dana untuk merealisasikan pembangunan Banjar Bualu. Selain itu dilakukan juga penataan pada koridor jalan Banjar Bualu sehingga nantinya akan menyesuaikan dengan desain bangunan Banjar Bualu yang baru. Penataan koridor ini juga diharapkan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran Tim PKM terdapat beberapa permasalahan yang ada di Banjar Bualu antara lain: 1) Kurangnya SDM atau tenaga ahli yang mempunyai kemampuan atau kompetensi dalam pembuatan proposal permohonan dana pembagunan Banjar Bualu; 2) Diperlukannya penataan koridor jalan Banjar Bualu agar menyesuaikan dengan desain bangunan yang baru, selain itu untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan parkir kendaraan; 3) Kurangnya keahlian mitra dalam membuat perencanaan RAB pembangunan Bale Banjar Bualu. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain: Solusi yang ditawarkan dari kedua permasalahan tersebut yaitu memberikan pengarahan dan pendampingan dalam pembuatan proposal pembangunan Bale Banjar Bualu, memberikan desain penataan koridor serta membuat RAB dan penyesuaian harga material. Proposal ini rencananya akan diajukan kepada pemerintah atau stakeholder terkait dalam meminta bantuan dana untuk melaksanakan proses pembangunan. Hal ini merupakan tahun kedua melanjutkan dari kegiatan Pengabdian sebelumnya. Selain itu dilakukan juga konsep desain penataan dari koridor jalan Banjar Bualu menyesuaikan dengan desain banjar yang baru sehingga terhubung satu sama lain. Diharapkan penataan ini memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna yaitu pejalan kaki dan pengguna kendaraan. Sedangkan luaran lain dari PKM ini adalah publikasi artikel pada Jurnal Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat BerISSN, publikasi HKI, publikasi video pelaksanaan PKM tahun pendanaan 2023 pada salah satu akun media youtube Tim PKM dan berita kegiatan PKM yang dimuat pada media cetak. Kata Kunci: penataan koridor, banjar, pendampingan proposal.
Ketidaktaatan Terhadap Penggunaan Ruang Publik Ditinjau dari Theory of Planned Behavior (ToPB) di Kota Denpasar. Studi Kasus : Taman Kota Lumintang Anak Agung Bagus Bayu Anggawirya; Cokorda Istri Arina Cipta Utari; I Putu Adi Jaya Wiguna
Jurnal Arsitektur Lansekap Vol. 10, No. 1 April 2024
Publisher : Prodi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public space is a place utilized by the community for recurring or regular activities. Misuse of public space that deviates from established norms and regulations leads to discomfort among users and conflicts between them. This disobedience is a phenomenon rooted in various factors. The Theory of Planned Behavior asserts that attitudes influence behavior. This means that the space influences individuals to perform specific planned behaviors. This research was conducted at Lumintang City Park, Denpasar, using a qualitative research method. Data collection techniques involved field observations, interviews, and documentation. Disobedient behaviors occurring in Lumintang City Park include smoking, defacing public facilities, skateboarding, driving in the park area, sleeping on benches, littering, vending in the park area, and bringing pets. The dominant factor influencing disobedient behavior, as per the Theory of Planned Behavior, is subjective norm.