Orbitopati Graves (Graves’ orbitopathy, GO), disebut juga thyroid eye disease atau thyroid-associated orbitopathy suatu kondisi terjadinya inflamasi, hipertrofi otot ocular, adipogenesis, dan edema (akibat akumulasi glikosaminoglikan), yang menyebabkan remodelling, ekspansi jaringan, dan/atau fibrosis jaringan fibroadiposa maupun otot ekstraokular di orbit, yang terjadi sebagai manifestasi ekstra tiroid dari penyakit tiroid autoimun, baik grave disease (GD) maupun tiroiditis Hashimoto. Dasar patofisiologi GO, adalah infiltrasi sel B, sel T dan fibroblas CD34+ pada orbita. Sel B menghasilkan IGF (insulin-like growth factor), dimana IGF dan TRab (Thyroid-Receptor antibodies) masing-masing merangsang kompleks reseptor IGF (insulin-like growth factor) dan reseptor tirotropin pada permukaan membran sel CD34+, yang menyebabkan perluasan jaringan orbital, penonjolan orbital, dan kompresi saraf optik dan mendorong bola mata sehingga terjadi eksoftalmus. Perjalanan penyakit alami GO terdiri atas fase aktif (dimana terjadi inflamasi dengan manifestasi yang tampak jelas), diikuti fase plateau (manifestasi GO menjadi stabil) dan perlahan-lahan meninggalkan tanda dan gejala sisa yang khas (fase tidak aktif); keseluruhan proses tersebut diyakini berlangsung 18-24 bulan pada pasien yang tidak diobati. Manifestasi penyakit GO ini sangat dipengaruhi pada fase apa penyakit tersebut saat ditemukan. Tujuan terapi GO adalah memperpendek fase aktif penyakit dan mengurangi manifestasi mata sisa pada fase inaktif, Secara garis besar, penanganannya terbagi atas penanganan umum dan penanganan sesuai derajat penyakit. Pengobatan GO seringkali belum memberikan hasil yang memuaskan dan terkadang diperlukan pembedahan untuk mengatasi manifestasi klinis sisa. Tinjauan ini dibuat untuk memberikan gambaran terbaru mengenai patogenesis, dan pengobatan GO, diharapkan dapat meningkatkan kualitas penanganan GO dan memberikan hasil yang lebih baik