Perempuan kerap dibatasi dengan gagasan keibuan yang kemudian membentuk berbagai stereotip mengenai peran mereka dalam masyarakat. Kajian ini berfokus pada representasi ibuisme yang dilekatkan kepada perempuan dalam sepuluh sajak berperspektif gender: “Ibu” (Loekito, 1998a), “Ibunda Tercinta” (Paranggi, 1987), “Kematian” (Sukarton, 1988b), Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa (AG, 2009), “Perempuan Itu Bernama Ibu” (Herliany, 2001), “Pohon yang Kutanam” (Herliany, 1997), “Sajak Ingat pada Ibu” (Massardi, 1977), “Surat dari Ibu” (Sani, 1950), “Taman Ibu” (Sambodja, 2010b), dan “Taman Kanak-kanak” (Noerhadi, 1995b). Kajian ini bertujuan untuk merespons gagasan para perempuan penyair dan laki-laki penyair dalam memandang peran perempuan sebagai ibu yang dikonstruksikan oleh masyarakat patriarki. Dengan menggunakan metode deskriptif analisis, unsur citraan dalam sajak-sajak ini digali untuk menunjukkan citra perempuan ideal yang kerap diasosiasikan sebagai ibu yang altruis. Representasi ibu yang diusung dalam sajak mengindikasikan domestifikasi peran perempuan yang dan reproduksi atas mitos ibuisme. Konstruksi sosial ini dapat dibaca sebagai pelanggengan atas patriarki yang membatasi peran perempuan. Women are frequently circumscribed by the ideology of motherhood that construct various stereotypes about their roles in society. This study examines the representation of ibuism attributed to women in ten gender-oriented poems: “Ibu” (Loekito, 1998a), “Ibunda Tercinta” (Paranggi, 1987), “Kematian” (Sukarton, 1988b), Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa (AG, 2009), “Perempuan Itu Bernama Ibu” (Herliany, 2001), “Pohon yang Kutanam” (Herliany, 1997), “Sajak Ingat pada Ibu” (Massardi, 1977), “Surat dari Ibu” (Sani, 1950), “Taman Ibu” (Sambodja, 2010b), and “Taman Kanak-kanak” (Noerhadi, 1995b). The study investigates how both women and men poets articulate the maternal roles ascribed to women roles that are socially produced within a patriarchal system. Employing a descriptive analytical approach, the analysis explores the poems’ imagery to illuminate ideals of womanhood commonly aligned with the figure of the altruistic mother. The maternal portrayals identified in these texts reveal processes of domestification and the reproduction of ibuism myths, which ultimately exemplify patriarchal mechanisms that curtail women’s agency.