Mukhtar, Fidia Aulia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS UNSUR INTRINSIK DAN PENDIDIKAN MORAL PADA CERITA FABEL “KISAH DUA EKOR KAMBING” KARYA ENDYAS WIGUNA Mukhtar, Fidia Aulia
Journal Educational of Indonesia Language Vol 5, No 1 (2024): Journal Educational Of Indonesia Language
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v5i1.723

Abstract

analisis untuk cerpen anak
Problematika Bahasa Indonesia: Analisis Kesalahan Berbahasa Lisan Penutur Asing dalam akun Youtube “[Dari Japan]-bahasa-” Mukhtar, Fidia Aulia
Journal Educational of Indonesia Language Vol 5, No 2 (2024): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v5i2.2412

Abstract

Dalam penelitian ini menjelaskan tentang apa saja kesalahan berbahasa penutur asing dalam konten Youtube [Dari Japan]-bahasa- penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang berfokus dalam masalah dan menggunaan dasar fakta dalam pengamatan. Data yang terdapat dalam penelitian ini merupakan hasil dari melakukan pengamatan dalam konten yang di unggah dalam Youtube [Dari Japan]-bahasa- yang berjudul “Kenapa Orang Jepang Suka Indonesia dan Belajar Bahasa Indonesia?” yang kemudian dituangkan dalam tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan kesalahan berbahasa lisan penutur asing. Pada kesalahan ini ditemukan beberapa kesalahan oleh pergantian pengucapan fonem baik dengan menambah dan mengurangi fonem.  (2) menjelaskan kesalahan dalam membentuk kata dalam bahasa Indonesia. Kesalahan yang ditemukan berupa kekeliruan dalam menggunakan kata berimbuhan, dan kekeliruan dalam pemilihan kata. (3) mendeskripsikan beberapa kesalahan penutur asing dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia yang menyebabkan kalimat menjadi rancu diucapkan. Pada dasarnya kesalahan berbahasa lisan yang terjadi merupakan hal yang wajar pada saat mempelajari bahasa kedua, karena masih terbawa pengaruh bahasa pertama, dan belum memahami sepenuhnya tentang bahasa kedua yang sedang dipelajarinya, serta masih terpengaruh oleh aksen bahasa pertama.