Dermatitis kontak iritan adalah kelainan kulit akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan iritan melalui kerja kimia atau fisik yang ditandai dengan munculnya gelaja eritema, bula, skuama, edema, kulit kering. Jika dermatitis kontak iritan sudah kronis maka akan muncul bekas garutan serta likenfikasi. Tujuan penulisan adalah penulis mampu menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan dermatitis kontak iritan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kuok Tahun 2023. Metode penulisan dengan pengumpulan data meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta menggunakan format asuhan keperawatan keluarga dan menggunakan teknik SOAP. Setelah dilakukan pengkajian pada An.A dengan Dermatitis Kontak Iritan didapatkan hasil pengkajian klien mengatakan gatal, terdapat kerusakan integritas kulit, terdapat lesi dan pruritas pada kulit dan adanya gangguan istirahat tidur. Diagnosa keperawatan yang didapatkan pada An.A dengan Dermatitis Kontak Iritan disesuaikan dengan kondisi klien pada saat ini berjumlah 2 diagnosa keperawatan yaitu gangguan rasa nyaman gatal b/d alergen, dan kerusakan integritas kulit b/d terpapar alergen. Intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien sesuai dengan diagnosa yang muncul sehingga masalah yang dialami klien dapat teratasi. Intervensi keperawatan diberikan selama 3 kali kunjungan kerumah klien. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien dengan Dermatitis Kontak Iritan dilakukan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah dibuat. Setelah tiga kali kunjungan ke rumah klien masalah gangguan rasa nyaman gatal sudah dapat dikontrol dengan baik serta kerusakan integritas kulit sudah mulai mengering. Saran untuk pasien dan keluarga hendaknya keluarga dapat ikut serta dalam merawat luka pada pasien dan memberikan dukungan untuk mempercepat kesembuhannya.