Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kritik Mimetik Puisi "Barangkali Karena Bulan" Karya W.S. Rendra Afham, Muhammad Naufal; Qomariyah, U’um
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.49507

Abstract

Puisi merupakan sebuah karya sastra yang memiliki keunikan dan pembeda dengan karya sastra lainnya. Selain itu, puisi juga dapat memiliki ciri khas yang dibuat oleh penyair dalam menciptakan puisi tersebut. Dimana penerapan simbol dan makna berperan besar dalam proses interpretasi makna dalam puisi. Maka dari itu, sebuah analisis mengenai puisi diperlukan untuk mengerti mengenai simbolik, makna, atau bahkan peniruan yang ada dalam puisi. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk memahami proses ini adalah pendekatan kritik sastra mimetika yang merupakan sebuah pendekatan untuk memaknai peniruan, personifikasi, pemaknaan, dan simbolis dari sebuah karya puisi dengan penggambaran menggunakan realitas yang ada pada alam semesta. Penelitian ini menggunakan puisi Barangkali Karena Bulan karya W.S Rendra. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna-makna dan simbol-simbol mimesis dalam puisi tersebut melihat sudut pandang lain dalam sebuah analisis puisi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa W.S Rendra menggunakan pengungkapan simbol dan tiruan alam semesta untuk mengungkapkan rasa cinta dan rindu terhadap seseorang.
Upaya Penguatan Karakter Cinta Lingkungan Melalui Pelatihan Penulisan Cerita Anak Qomariyah, U’um
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1316

Abstract

Secara fundamental, fungsi pembelajaran sastra untuk anak, khususnya siswa SD dan SMP memegang peranan penting berkaitan dengan latihan mempertajam perasaan, penalaran, kecerdasan emosional, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya dan lingkungan yang bermuara pada pemberian arti maupun peningkatan nilai kehidupan anak sebagai manusia itu sendiri. Di sisi lain, salah satu isu yang sering muncul dalam diskusi adalah persoalan penguatan konservasi yang disebabkan eksploitasi alam, ketidaktepatan kebijakan pengelolaan tata ruang maupun lingkungan, dan menurunnya kesadaran akan struktur sosial budaya. Sastra, dalam hal ini cerita anak bisa menjadi alternatif strategis dalam menanamkan karakter cinta lingkungan pada anak. Berdasar hal tersebut tujuan artikel ini ialah mengeksplanasi upaya penguatan karakter cinta lingkungan melalui pelatihan penulisan cerita anak berwawasan konservasi lingkungan bagi siswa SD. Kerangka pemecahan masalah yang dipilih dalam realisasi program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk kaji tindak menggunakan pendekatan model pemberdayaan melalui enam langkah, yaitu: 1) tahap persiapan; 2) tahap assesment; 3) tahap perencanaan program atau kegiatan; 4) tahap pemformulasian rencana aksi; 5) tahap pelaksanaan (implementasi) program atau kegiatan; serta 6) tahap evaluasi. Artikel ini secara khusus memiliki urgensi dalam membentuk sekolah (guru dan siswa) sadar literasi yang mampu pengembangan potensi anak sehingga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter cinta lingkungan.
MAKNA KONOTATIF FIGUR AYAH DALAM PUISI-PUISI INDONESIA SERTA RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA Taufiq Hamdani, Muhamad; Qomariyah, U’um
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.52061

Abstract

This study aims to describe the connotative meanings attached to father figures in Indonesian poetry and analyze their relevance to strengthening character education at the senior high school level. The study is limited to four poems about father figures written by Indonesian poets and employs a descriptive qualitative approach using semiotic text analysis. The data consist of words, phrases, lines, and stanzas containing connotative meanings. The findings reveal that father figures are symbolically represented through imagery, metaphors, and poetic diction reflecting values such as hard work, responsibility, sacrifice, affection, discipline, and exemplary conduct. These values are implicitly conveyed through emotional and reflective expressions. The study also indicates that father-themed poetry is suitable as literary teaching material because it integrates students’ cognitive and affective aspects. Therefore, poetry can serve as an effective medium for contextual and meaningful character building among students.