Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Madurese Wedding Traditions (Case Study in Sumberejo Jember) Shalati, Syadza Fildzah; Nisa, Hikmah Widiatun; Salsabila W, Ajeng Aulia
El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Vol 6, No 1 (2023): El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ujhk.v6i1.16086

Abstract

Marriage traditions are long-standing customs of the union of two individuals that have been passed down through the generations. Each region has its own characteristics and variations of this wedding custom, including the Madurese. The Madurese is an ethnic group with a substantial population in Indonesia, numbering around 7 million people. They originate from Madura Island and the neighboring islands of Gili Raja, Sapudi, Raas, and Kangean. Sumberejo Jember Village is one of the Madurese-inhabited areas. The majority of Madurese adhere to Islam. Sumberejo Village is located within the Ambulu District. Ambulu sub-district is one of the sub-districts located on the southern edge of Jember Regency, 31 kilometers away from the district capital. This study aims to investigate the phenomenon, the influence of the Madurese marriage tradition, and the Islamic legal perspective on marriage. This study employs a qualitative approach and case study research design. The findings of this investigation indicate that: (1) the Madurese wedding tradition exists in Sumberejo Jember. The Madurese wedding tradition in Sumberjo Jember has three positive effects and two negative effects. (3) According to Islam, marriage is among the greatest acts of worship.
Infertilitas Sebagai Alasan Perceraian Dalam Perspektif Hukum Islam Shalati, Syadza Fildzah; Permana, Muhammad Yogi Galih
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i3.326

Abstract

Setiap pasangan suami istri pasti sangat menanti-nantikan kehadiran anak di dalam kehidupan pernikahannya, tetapi, tidak semua pasangan beruntung bisa langsung memiliki anak. Hal tersebut disebut dengan infertilitas. Infertilitas merupakan persoalan yang sampai saat ini masih menjadi persoalan dunia, terkhususnya di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan pandangan hukum islam dan solusi terhadap perceraian yang dikarenakan infertilitas. Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Banyak beristighfar dan bersabar dalam menghadapi masalah infertilitas. Hukum perceraian pada asalnya tergantung pada keadan masing-masing orang. Tetapi jika dengan alasan infertilitas, maka diperbolehkan jika hal tersebut dapat menghilangkan salah satu tujuan pernikahan, dan tentunya tidak boleh bermudah-mudahan dalam hal ini. (2) Hendaknya pasangan memperbanyak doa kepada Allah ta’ala agar dapat diberikan keturunan. Pasangan yang mengalami infertilitas bisa menggunakan cara alternatif seperti: bayi tabung, terapi, memperbaiki gaya hidup yang sehat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Kata kunci: Infertilitas, perceraian, hukum islam.