Latar belakang Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan cairan melebihi normal di dalam cavum pleura diantara pleura parietalis dan viseralis dapat berupa transudat atau cairan eksudat. Hydropneumotorax adalah adalah suatu keadaan dimana terdapat udara dan cairan di dalam rongga pleura yang mengakibatkan kolapsnya jaringan paru. Water sealed drainage (WSD) merupakan tindakan medis yang biasa digunakan untuk mengeluarkan cairan atau udara di dalam rongga pleura dengan menggunakan selang. Pasien pada Karya Tulis Ilmiah ini merupakan pasien di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga dengan diaognosis efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan paska pemasangan Water Sealed Drainage (WSD) dextra. Problematika yang dialami pasien yakni terdapat nyeri saat bernapas pada area incisi paska bedah pemasangan WSD, spasme otot otot pernapasan, sesak napas dan penurunan ekspansi sangkar thorax dan penurunan fungsional aktivitas dengan kondisi pasien masih menjalani rawat inap di RS. Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan fisioterapi pada efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan modalitas breathing exercise (dengan teknik breathing control, segmental breathing dan diaphraghmatic breathing) dan massage. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penatalaksanaan fisioterapi pada efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan modalitas breathing exercise yang terdiri dari breathing control, segmental breathing dan diaphragmatic breathing dan massage yang di lakukan pada area otot m. pectoralis mayor dan m. intercostalis . Breathing exercise dan massage diberikan sebanyak 3 kali yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 2024, 2 Febuari 2024 dan 5 Febuari 2024 . Evaluasi Pengukuran yang digunakan yaitu dengan skala borg untuk sesak nafas, antopometri untuk ekspansi sangkar thorax,spasme pada otot pernapasan, VAS untuk nyeri, Auskultasi dan Rate of preceived exertion untuk aktifitas fungsional pasien. hasil dari penatalaksanaan fisioterapi yang dilaksanakan berupa adanya penurunan sesak napas, peningkatan ekspansi sangkar thoraks, penurunan nyeri pada luka bedah paska WSD, penurunan spasme pada otot-otot perapasan.