Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penatalaksanaan Fisioterapi pada Efusi Pleura Et Causa Hydropneumothorax dengan Modalitas Breathing Exercise dan Massage: Case Report Safitri, Syalwa
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v7i1.33271

Abstract

Latar belakang Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan cairan melebihi normal di dalam cavum pleura diantara pleura parietalis dan viseralis dapat berupa transudat atau cairan eksudat. Hydropneumotorax adalah adalah suatu keadaan dimana terdapat udara dan cairan di dalam rongga pleura yang mengakibatkan kolapsnya jaringan paru. Water sealed drainage (WSD) merupakan tindakan medis yang biasa digunakan untuk mengeluarkan cairan atau udara di dalam rongga pleura dengan menggunakan selang. Pasien pada Karya Tulis Ilmiah ini merupakan pasien di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga  dengan diaognosis  efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan paska pemasangan Water Sealed Drainage (WSD) dextra. Problematika yang dialami pasien yakni terdapat nyeri saat bernapas pada area incisi paska bedah pemasangan WSD, spasme otot otot pernapasan, sesak napas dan penurunan ekspansi sangkar thorax dan penurunan fungsional aktivitas dengan kondisi pasien masih menjalani rawat inap di RS. Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan fisioterapi pada efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan modalitas breathing exercise (dengan teknik breathing control, segmental breathing dan diaphraghmatic breathing) dan massage. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penatalaksanaan fisioterapi pada efusi pleura et causa hydropneumothorax dengan modalitas breathing exercise yang terdiri dari breathing control, segmental breathing dan diaphragmatic breathing dan massage yang di lakukan pada area otot m. pectoralis mayor dan m. intercostalis .  Breathing exercise dan massage diberikan sebanyak 3 kali yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 2024, 2 Febuari 2024 dan 5 Febuari 2024 . Evaluasi Pengukuran yang digunakan yaitu dengan skala borg untuk sesak nafas, antopometri untuk ekspansi sangkar thorax,spasme pada otot pernapasan, VAS untuk nyeri, Auskultasi dan Rate of preceived exertion untuk aktifitas fungsional pasien. hasil dari penatalaksanaan fisioterapi yang dilaksanakan berupa adanya penurunan sesak napas, peningkatan ekspansi sangkar thoraks, penurunan nyeri pada luka bedah paska WSD, penurunan spasme pada otot-otot perapasan.
PEMBENTUKAN NILAI KARAKTER BERBASIS PRAKTIK DALAM MEMBENTUK SIKAP ANTIKORUPSI SISWA SEKOLAH DASAR DI INDONESIA Pageh, I Ketut; Kurniawan, Ifan Kurniawan; Sutan Nokoe, Nurhayati; Safitri, Syalwa; Kesya Jaya Ananta, Ratu; Azzahra, Sabrina
Jurnal Hukum Ius Publicum Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Hukum Ius Publicum
Publisher : LPPM Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55551/jip.v7i1.740

Abstract

Degradasi moral seperti korupsi masih menjadi persoalan serius yang terus berulang dari waktu ke waktu dan berpotensi memengaruhi pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menekankan pembentukan nilai-nilai karakter secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembentukan nilai pendidikan karakter berbasis praktik dalam membentuk sikap antikorupsi pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan jenis penelitian deskriptif-kritis. Fokus penelitian terletak pada analisis dan penelaahan berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan nilai-nilai karakter berbasis praktik dapat dilakukan melalui kegiatan nyata seperti pembiasaan sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, dan peduli dalam lingkungan sekolah. Kegiatan praktik seperti simulasi kejujuran, kerja kelompok, serta aktivitas berbasis pengalaman langsung terbukti mampu menanamkan nilai antikorupsi secara lebih efektif. Dengan demikian, model pembentukan berbasis praktik menjadi pendekatan yang relevan dalam membentuk sikap antikorupsi sejak jenjang sekolah dasar. Selain itu, keterlibatan guru dan lingkungan sekolah secara konsisten juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan nilai-nilai tersebut secara berkelanjutan. Peran orang tua di rumah juga sangat diperlukan guna memperkuat pembiasaan nilai karakter, sehingga terjadi kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan di lingkungan keluarga dalam membentuk pribadi yang berintegritas.