Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA PENGARUH LUAS PERMUKAAN KONTAMINAN DEBU TERHADAP ARUS BOCOR BERDASARKAN NILAI ESDD & NSDD PADA ISOLATOR 150kV Laras Sakti
Journal Central Publisher Vol 1 No 8 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v1i8.185

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini membahas mengenai Saluran transmisi yang ada di Koto Panjang – Payakumbuh, Sumatra Barat terletak di daerah dengan kepadatan kilatan petir yang tinggi. Berdasarkan data historis 10 tahun terakhir saluran Koto panjang - Payakumbuh mengalami tingkat flashover yang tinggi, salah satu penyebabnya yaitu kontaminan. Kontaminan berasal dari debu yang menempel di luas permukaan isolator karena saluran transmisi koto panjang payakumbuh terdapat 60% menara terletak di perbukitan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh luas permukaan isolator yang terkotaminasi debu terhadap arus bocor pada string isolator 150 kV saluran transmisi Koto Panjang – Payakumbuh. Metode : Metode yang digunakan metode eksperimen yang melibatkan pengujian sampel dan pengumpulan data investigasi lapangan yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh luas permukaan isolator yang terkontaminasi debu terhadap arus bocor pada string isolator 150 kV. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESDD, NSDD dan Luas permukaan memiliki pengaruh yang signifikan dalam menyebabkan arus bocor pada isolator. Berdasaran hasil perhitungan dan eksperimen yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai ESDD 0,33915 mg/cm², NSDD 0,64629 mg/cm², dan Luas permukaan isolator yang terkontaminan 41,37 cm², arus bocor mencapai nilai tertinggi dari data diperoleh yaitu sebesar 0,823 mA untuk eksperimen, dan 0,90679 mA untuk perhitungan lalu divalidasikan menggunakan Matlab. Kemudian nilai terendah, ESDD 0,00221 mg/cm², NSDD 0,25305 mg/cm², dan Luas permukaan isolator yang terkontaminan 41,37 cm², untuk arus bocor eksperimen diperoleh 0,0261 mA dan perhitungan sebesar 0,00231 mA lalu divalidasikan menggunakan Matlab. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa arus bocor memiliki hubungan berbanding lurus dengan ketiga variabel tersebut. Ketika nilai ESDD, NSDD, atau luas permukaan yang terkontaminasi meningkat, arus bocor juga meningkat secara proporsional. Hubungan ini menggambarkan bahwa setiap peningkatan dalam salah satu dari ketiga variabel akan menghasilkan peningkatan arus bocor yang lebih besar, sehingga memahami sifat kontaminasi sangat penting untuk menjaga kinerja isolator dan keandalan sistem transmisi.
Pengamanan Data Transaksi Menggunakan Metode AES pada UMKM Warung Nasi Ibu Engkod Silfa Salsa Bila Putri; Hannifa Indah Rahayu; Laras Sakti
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan sistem digital dalam pengelolaan data transaksi, namun digitalisasi tersebut juga meningkatkan risiko terhadap keamanan data seperti pencurian, manipulasi, dan akses tidak sah. Data transaksi merupakan aset penting bagi UMKM karena berkaitan langsung dengan informasi keuangan dan keberlangsungan usaha, sehingga diperlukan metode pengamanan yang mampu menjaga kerahasiaan dan integritas data. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Advanced Encryption Standard (AES) dengan panjang kunci 256 bit dalam pengamanan data transaksi pada UMKM Warung Nasi Ibu Engkod. Metode penelitian meliputi analisis sistem transaksi, perancangan mekanisme keamanan data, implementasi proses enkripsi dan dekripsi menggunakan AES-256, serta pengujian keamanan teks kriptografi menggunakan metode Avalanche Effect, Character Error Rate (CER), Bit Error Rate (BER), dan entropi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma AES-256 menghasilkan nilai Avalanche Effect sebesar 56.25%, CER sebesar 84.09%, BER sebesar 56.25%, serta nilai entropi sebesar 4.98. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa ciphertext yang dihasilkan memiliki tingkat difusi yang baik, sensitivitas tinggi terhadap perubahan input, dan tingkat keacakan yang mendekati maksimum. Dengan demikian, penerapan algoritma AES-256 terbukti efektif dalam meningkatkan keamanan data transaksi, meminimalkan risiko kebocoran data, serta layak diterapkan sebagai solusi pengamanan data transaksi pada UMKM.