Latar Belakang : Penelitian ini membahas mengenai Saluran transmisi yang ada di Koto Panjang – Payakumbuh, Sumatra Barat terletak di daerah dengan kepadatan kilatan petir yang tinggi. Berdasarkan data historis 10 tahun terakhir saluran Koto panjang - Payakumbuh mengalami tingkat flashover yang tinggi, salah satu penyebabnya yaitu kontaminan. Kontaminan berasal dari debu yang menempel di luas permukaan isolator karena saluran transmisi koto panjang payakumbuh terdapat 60% menara terletak di perbukitan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh luas permukaan isolator yang terkotaminasi debu terhadap arus bocor pada string isolator 150 kV saluran transmisi Koto Panjang – Payakumbuh. Metode : Metode yang digunakan metode eksperimen yang melibatkan pengujian sampel dan pengumpulan data investigasi lapangan yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh luas permukaan isolator yang terkontaminasi debu terhadap arus bocor pada string isolator 150 kV. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESDD, NSDD dan Luas permukaan memiliki pengaruh yang signifikan dalam menyebabkan arus bocor pada isolator. Berdasaran hasil perhitungan dan eksperimen yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai ESDD 0,33915 mg/cm², NSDD 0,64629 mg/cm², dan Luas permukaan isolator yang terkontaminan 41,37 cm², arus bocor mencapai nilai tertinggi dari data diperoleh yaitu sebesar 0,823 mA untuk eksperimen, dan 0,90679 mA untuk perhitungan lalu divalidasikan menggunakan Matlab. Kemudian nilai terendah, ESDD 0,00221 mg/cm², NSDD 0,25305 mg/cm², dan Luas permukaan isolator yang terkontaminan 41,37 cm², untuk arus bocor eksperimen diperoleh 0,0261 mA dan perhitungan sebesar 0,00231 mA lalu divalidasikan menggunakan Matlab. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa arus bocor memiliki hubungan berbanding lurus dengan ketiga variabel tersebut. Ketika nilai ESDD, NSDD, atau luas permukaan yang terkontaminasi meningkat, arus bocor juga meningkat secara proporsional. Hubungan ini menggambarkan bahwa setiap peningkatan dalam salah satu dari ketiga variabel akan menghasilkan peningkatan arus bocor yang lebih besar, sehingga memahami sifat kontaminasi sangat penting untuk menjaga kinerja isolator dan keandalan sistem transmisi.