This Author published in this journals
All Journal FIKRAH ESOTERIK
Misbah, Aflahal
Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROPAGANDA KIAI ṢĀLIḤ DARAT DAN HARMONI NUSANTARA (Telaah Kitab Minhāj Al-Atqiyā`) Misbah, Aflahal
FIKRAH Vol 4, No 1 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v4i1.1629

Abstract

Akhir abad 19, Jawa menjadi panggung propaganda Kiai Ṣāliḥ Darat untuk mewujudkan harmoni di masyarakat. Berbagai pandangan yang dapat menumbuhkan semangat anti kolonial disisipkan dalam karya tulisnya, seperti dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā`. Bukan hal aneh jika Kiai Ṣāliḥ melakukan aksi demikian. Pasalnya, pemerintah kolonial merupakan pemerintahan ẓālim yang menjajah agama dan bangsanya. Untuk mewujudkan masyarakat harmoni, berbagai penindasan, pemiskinan, serta pembodohan dari pemerintah kolonial harus dihilangkan. Lebih dari itu, propaganda Kiai Ṣāliḥ tidak terbatas pada lingkup eksternal untuk mewujudkan harmoni dalam kehidupan bangsa dan negara. Dalam lingkup internal, Kiai Ṣāliḥ terus berupaya untuk mengonsolidasikan antar kelompok keagamaan dalam Islam, yang mengalami perkembangan cukup intensif di masyarakat. Ini dilakukan untuk menciptakan suatu kekuatan yang sinergis dan kokoh untuk menghadapi kolonial. Penelitian ini ingin mengkaji teknik propaganda yang dilakukan Kiai Ṣāliḥ dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā`. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (library research), dengan pendekatan interaksionisme simbolik. Dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā, teknik propaganda yang dilakukan Kiai Ṣāliḥ dalam lingkup eksternal adalah teknik  plain folks, name calling, card stacking, bandwagon, testimonial, dan fear arousing. Sedangkan dalam lingkup internal, teknik yang digunakan adalah Glittering Generalities. Beberapa teknik ini memberikan pesan tentang pentingnya kekuatan harmoni-internal, sebelum membangun kehidupan yang benar-benar harmoni secara lebih luas, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sufisme dan Warung Kopi: Dialog “Pengajian Sufi” dengan “Masyarakat Warung Kopi” di Yogyakarta Misbah, Aflahal
ESOTERIK Vol 4, No 2 (2018): Available in December 2018
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v4i2.4050

Abstract

This paper seeks to depict a reciprocal dialogue between the religious gathering of Sufism that is typical with piety and the social activities in the coffeehouse given to take pleasure and leisure occurring in one place in Yogyakarta. This depiction intends for reconsidering deeply how Sufism influences to society. Despite the gathering going on weekly, the everyday life of coffeehouse society from January to July in 2018 will present here to support the picture of dialogue. In result, there is a change of social formation in the coffeehouse by virtue of an encounter between piety and pleasure and leisure. However, this change is not as simply as Misbah (Misbah, 2018b) sketch before consisting of followers (Jama’ah), coffee drinkers, and visitors. It is due to the main characteristics of coffeehouse society that tends to be freely from what social status is, thereby becoming difficult enough to formulate precisely. Of this, there is thus a question in relation with what the harmonious landscape in coffeehouse described by Misbah (Misbah, 2018b) is completely generated from Sufism or a product of the social life of coffeehouse.