Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN DWI-ADC VALUE MRI 3.0 TESLA BERDASARKAN TIPE HISTOPATOLOGI PADA PENDERITA KANKER SERVIKS UTERI PRETERAPI Memah, Maya Fane; Muis, Mirna; Zainuddinn, Andi Alfian; Bachtiar, Nur Amelia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P04

Abstract

Kanker serviks menjadi kanker terbanyak keempat pada wanita di seluruh dunia. Saat ini, Magnetic Resonance Imaging (MRI) sudah banyak digunakan untuk pemeriksaan kanker serviks. Salah satu sekuens modalitas MRI yang berperan dalam penilaian tumor adalah gambaran Diffusion Weighted Image (DWI) dan Apparent Diffusion Coefficient (ADC), yang dapat memberikan data yang meyakinkan untuk diagnosis kanker serviks dan pemilihan strategi terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan DWI-ADC value MRI 3.0 Tesla berdasarkan tipe histopatologi kanker serviks uteri preterapi. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dari Januari tahun 2021 sampai Desember tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan menggunakan seluruh data yang tersimpan pada workstation MRI. Analisis data statistik berupa analisis unvariat dan analisis bivariat dengan pengujian t independent dan analisis ROC. Sampel penelitian yang masuk kriteria inklusi sebanyak 31 sampel. Berdasarkan hasil uji t independent, terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada DWI-ADC value berdasarkan tipe histopatologi kanker serviks squamous cell carcinoma (SCC) dan adenocarcinoma (p < 0.001). Rerata DWI-ADC value pada tipe histopatologi kanker serviks adenocarcinoma lebih tinggi (1.104 ± 0.213 x 10-3 mm2/detik) dibandingkan dengan squamous cell carcinoma (0.669 ± 0.117 x 10-3 mm2/detik). Sebagai kesimpulan, terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada DWI-ADC value berdasarkan tipe histopatologi kanker serviks. Nilai DWI-ADC pada tipe histopatologi adenocarcinoma lebih tinggi dibandingkan dengan SCC. Kata kunci : MRI; DWI ADC Value; kanker serviks uteri; SCC; Adenocarcinoma
Gambaran Ultrasonografi Pasien Kolelitiasis Dengan Komorbid Metabolik di RS R. D. Kandou Manado Periode Mei 2024 – Mei 2025 Nauli Sitorus, Putri Angelica Febrinias; Mirintha Mamesah, Yovana Priskilla; Memah, Maya Fane
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3743

Abstract

Latar belakang: Kolelitiasis merupakan masalah kesehatan global dengan insidensi tinggi, memengaruhi sekitar 10–20% populasi dewasa dunia, dengan prevalensi 6,1% dan insidensi 0,47 per 100 orang/tahun. Penyakit ini bersifat multifaktorial, dipengaruhi faktor demografis, genetik, serta komorbid metabolik seperti Diabetes Melitus Tipe 2 (DM tipe 2), obesitas, dan dislipidemia.  Ultrasonografi (USG) merupakan metode pemeriksaan radiologis yang paling sering digunakan untuk mendeteksi batu empedu pada penyakit ini.  Tujuan:  Untuk mengetahui gambaran USG pasien kolelitiasis dengan komorbid metabolik di RS R. D. Kandou Manado periode Mei 2024 – Mei 2025.  Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien kolelitiasis dengan komorbid metabolik yang melakukan pemeriksaan USG kandung empedu di Bagian Radiologi RS R. D. Kandou Manado periode Mei 2024 – Mei 2025 dengan metode total sampling.  Hasil: Data dari 60 sampel telah dianalisis dan ditemukan dominasi kelompok usia >65 tahun (36,67%) dan jenis kelamin perempuan (53,33%).  Komorbid metabolik tersering pada penelitian ini adalah DM tipe 2 (31,67%).  Adapun karakteristik gambaran USG batu empedu didominasi oleh batu multipel (63,33%) dan berukuran <10 mm (56,67%).  Simpulan: Pasien kolelitiasis dengan komorbid metabolik didominasi oleh kelompok usia >65 tahun, perempuan, komorbid metabolik tunggal DM tipe 2.
Gambaran Ultrasonografi Pasien Kolelitiasis dengan Perlemakan Hati di RS R. D. Kandou Periode Maret 2023 - Februari 2025 Kakomore, Keshia Karanina; Memah, Maya Fane; Rondo , Alfa Gracely Einstein Yesuano
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3770

Abstract

Cholelithiasis is a common condition with a global prevalence of 6.1% and is often associated with metabolic risk factors that are also found in fatty liver disease. Fatty liver which in this study was determined through ultrasound often coexists with cholelithiasis, particularly in patients with metabolic syndrome. Ultrasound is the primary method due to its accuracy and non-invasiveness. To determine the ultrasound findings of cholelithiasis patients with fatty liver at R. D. Kandou Hospital from March 2023 to February 2025. This study was a retrospective descriptive study with a cross-sectional approach. The sample was obtained using total sampling by including all medical records that met the study criteria. 84 patients with cholelithiasis and fatty liver disease were found to meet the inclusion and exclusion criteria. The majority of patients were female (60.7%) and most were in the 56–65 age group (41.7%). The most common degree of fatty liver disease was mild (65.5%). Based on gallstone characteristics, most patients had a single stone (54.8%) and a stone size ?10 mm (53.6%). Patients with cholelithiasis and fatty liver were predominantly female, aged 56–65 years, had mild fatty liver, a single stone, and a stone size ?10 mm.