Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengembangan Dakwah Islam Dalam Perspektif Teori Struktural Fungsionalisme HT, Hidayat; Dewi, Emi Puspita
Intelektualita Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v11i2.14239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Majelis Tamasya Rohani (MTR) sebagai sebuah sistem sosial atau lembaga dakwah yang melakukan pengembangan dalam beberapa aspek dakwah Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MTR tidak hanya berhasil meneguhkan eksistensinya sebagai bagian dari lembaga dakwah, namun MTR mampu mengembangkan dakwah yang berawal dari metode bil lisan menjadi bil hal sehingga dakwah menjadi makin variatif. Dakwah yang tidak hanya membangun sisi ruhiyah umat tetapi sisi pendidikan, ekonomi dan budaya. MTR melakukan gerakan nyata untuk perbaikan umat dalam berbagai aktifitas atau programnya. Beberapa program dalam pengembangan dakwah tersebut seperti Program Durasi (Dhuafa Berprestasi), Rumah Tahfizh Supporting, Program Rihlah Ruhiyah dan Wisata Religi, Panti Asuhan Supporting, Khitanan Massal Gratis dan Simpul Jaring Dakwah MTR.
PERANAN USROH DALAM GERAKAN IKHWANUL MUSLIMIN HT, Hidayat
Yonetim Jurnal Vol 2 No 1 (2019): Yonetim
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/yonetim.v2i1.3761

Abstract

Abstract : The Muslim Brotherhood or often referred to as Al-Ikhwan is an organization or movement in the Middle East, precisely in the Egyptian state founded by Hasan Al- Banna. The Muslim Brotherhood was able to withstand the pressures given by the ruling regime. The Brotherhood has experienced status as a prohibited organization, dissolution by the regime, banning legal political activities but then being able to rise again and appear on Egyptian political stage as a thrilling force. One of the Muslim Brotherhood's wasīīs to maintain their existence as an organization or movement by using usroh devices. This paper seeks to uncover the concept of usroh and the important role it plays in the Muslim Brotherhood movement. Usroh is a choice of movement strategy used by the Muslim Brotherhood. Usroh is a cell from a collection of cells that make up the Muslim Brotherhood congregation. Usroh is the smallest station of the missionary movement as a forum for tarbawī, jamā'i and ijtimā'i activities for its members and is at the foremost position in carrying out the mandate of da'wah. Usroh's existence is very urgent in a congregation because it can be a means of building solidity and solidarity, fostering loyalty and strengthening the values of spirituality (ruhiyah). Keywords: Muslim Brotherhood and Usroh
Manajemen Muhadharah dalam Meningkatkan Keterampilan Dakwah Bil Lisan Santri Pondok Pesantren Muadalah Al-Fahd Kabupaten Banyuasin Berlian, Alita; HT, Hidayat; Walian, Anang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen muhadharah dalam meningkatkan keterampilan dakwah bil lisan santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan yaitu manjemen dakwah, takhtith (perencanaan dakwah), tanzhim (pengorganisasian dakwah), tawjih (pelaksanaan dakwah), dan riqabah (evaluasi dakwah). Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen muhadharah yang dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen dakwah, mampu meningkatkan keterampilan dakwah bil lisan santri, terutama dalam aspek kepercayaan diri, penguasaan materi, cara penyampaian dan penggunaan bahasa. Faktor pendukung kegiatan muhadharah meliputi adanya dukungan pembina, sarana dan prasarana yang memadai, serta partisipasi aktif santri. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu serta kurangnya rasa percaya diri santri. Adapun solusi yang dilakukan yaitu melalui pembinaan berkelanjutan, pemberian motivasi, peningkatan latihan serta evaluasi secara rutin kepada santri. Dengan demikian, manajemen muhadharah memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan dakwah bil lisan santri.