Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jurisdictional Consequences of Government Administration Law on the Implementation of Duties and Authorities of the Financial Audit Agency Nizam Burhanuddin; Dwi Putri Cahyawati
Journal Equity of Law and Governance Vol. 2 No. 2
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/elg.2.2.5765.132-138

Abstract

In the perspective of administrative law, the existence of a state agency BPK is a manifestation of the existence of another form of power from state power, namely the power of supervision of state finances or power of inspection. In carrying out its duties and authorities to examine the management and responsibilities of state finances, BPK is often faced with problems that are closely related to the dynamics of law and legislation. Authority disputes, overlapping regulations, to technical matters related to inspection procedures are examples of some of these problems. Problems that have been and will continue to exist along with development developments that demand the birth of new legal dynamics that are increasingly complex. To the development of administrative law. Law Number 30 of 2014 concerning Government Administration which applies to all government functions contained in Ministries and Institutions has juridical consequences from this to the implementation of government administration contained in BPK, thus regarding the delegation of authority from BPK to BPK Implementers must be clearly regulated in BPK's legal products.
KONSEP DEEP LEARNING DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM AL-GHAZALI Nizam Burhanuddin
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/ankr2j67

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan membentuk insan kamil yang berilmu, berakhlak mulia, dan dekat dengan Allah. Namun dalam praktiknya, pembelajaran di banyak lembaga pendidikan Islam masih berorientasi pada aspek kognitif dan hafalan sehingga belum menyentuh penghayatan makna secara mendalam. Penelitian ini mengkaji relevansi antara konsep deep learning dalam pendidikan modern dengan pemikiran pendidikan Islam Al-Ghazali yang menekankan keseimbangan antara akal (‘aql) dan hati (qalb) serta orientasi pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari sumber-sumber yang membahas tentang deep learning dan pendidikan Islam karya Al-Ghazali, sedangkan data sekunder bersumber dari buku atau artikel yang ditulis oleh ilmuan sebelumnya yang relevan dengan tema penelitian ini. Analisis data menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning memiliki relevansi kuat dengan pemikiran Al-Ghazali. Keduanya menolak pembelajaran berbasis hafalan dan menekankan pentingnya pemahaman mendalam yang mengubah sikap serta perilaku. Dalam pandangan Al-Ghazali, ilmu sejati harus dihayati dan diamalkan melalui refleksi diri (muhasabah) dan penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs). Relevansi tersebut menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali dapat dijadikan landasan filosofis dalam mengembangkan model deep learning berbasis spiritual-holistik menuju terbentuknya peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual tinggi.
KONSEP DEEP LEARNING DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM AL-GHAZALI Nizam Burhanuddin
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/ankr2j67

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan membentuk insan kamil yang berilmu, berakhlak mulia, dan dekat dengan Allah. Namun dalam praktiknya, pembelajaran di banyak lembaga pendidikan Islam masih berorientasi pada aspek kognitif dan hafalan sehingga belum menyentuh penghayatan makna secara mendalam. Penelitian ini mengkaji relevansi antara konsep deep learning dalam pendidikan modern dengan pemikiran pendidikan Islam Al-Ghazali yang menekankan keseimbangan antara akal (‘aql) dan hati (qalb) serta orientasi pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari sumber-sumber yang membahas tentang deep learning dan pendidikan Islam karya Al-Ghazali, sedangkan data sekunder bersumber dari buku atau artikel yang ditulis oleh ilmuan sebelumnya yang relevan dengan tema penelitian ini. Analisis data menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning memiliki relevansi kuat dengan pemikiran Al-Ghazali. Keduanya menolak pembelajaran berbasis hafalan dan menekankan pentingnya pemahaman mendalam yang mengubah sikap serta perilaku. Dalam pandangan Al-Ghazali, ilmu sejati harus dihayati dan diamalkan melalui refleksi diri (muhasabah) dan penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs). Relevansi tersebut menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali dapat dijadikan landasan filosofis dalam mengembangkan model deep learning berbasis spiritual-holistik menuju terbentuknya peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual tinggi.