Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MASA RENAISANS TERHADAP ARSITEKTUR DAN INTERIOR BASILIKA SANTO PETRUS Salsabila, Desya
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.4328

Abstract

Perkembangan zaman secara signifikan telah mempengaruhi arsitektur dan interior sebuah bangunan. Dalam periode abad pertengahan, keyakinan masyarakat menjadi peran penting dalam membentuk arsitektur bangunan, khususnya bangunan suci di Eropa. Memasuki masa Renaisans, kesenian berkembang pesat dan memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur serta interior berbagai bangunan, baik bangunan keagamaan maupun bangunan pemerintahan yang sebelumnya menunjukkan perbedaan signifikan antara arsitektur bangunan keagamaan dan bangunan lainnya. Banyaknya pengaplikasian unsur dekoratif pada bangunan keagamaan membuat perbedaan yang khas dengan bangunan suci sebelumnya. Basilika Santo Petrus merupakan sebuah bangunan keagamaan di Vatikan yang terpengaruh oleh kesenian dan arsitektur masa renaisans. Ciri arsitektur dan interior bangunan masa renaisans pada Basilika ditandai oleh pegaplikasian beberapa unsur dekoratif. Unsur dekoratif yang diaplikasian pada Basilika berupa lukisan-lukisan yang diterapkan pada plafon, pahatan dan ukiran baik pada eksterior maupun interior bangunan, serta bentuk lengkung dan kubah pada bangunan. Penelitian terhadap Basilika Santo Petrus bertujuan untuk mengidentifikasi kareakteristik arsitektur khas abad pertengan Eropa era renaisans pada bangunan basilika. Hal tersebut berfungsi untuk memahami perubahan gaya arsitektur seiring waktu dan memberi wawasan terkait gaya arsitektur zaman terdahulu, serta sebagai upaya pelestarian akan sejarah dan budaya masa lampau yang terkandung dalam Basilika Santo Petrus. Metode yang digunakan pada penelitian untuk mencari informasi terkait Basilica Santo Petrus dan ciri arsitektur abad pertengahan masa renaisans berupa studi pustaka, observasi, dan analisis secara tidak langsung terhadap Basilica Santo Petrus melalui media online. Penelitian ini menghasilkan penjabaran terkait ciri-ciri arsitektur masa renaisans abad petengahan Eropa yang diplikasikan pada bangunan Basilika Santo Petrus.
PENGARUH MASA RENAISANS TERHADAP ARSITEKTUR DAN INTERIOR BASILIKA SANTO PETRUS Salsabila, Desya
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.4328

Abstract

Perkembangan zaman secara signifikan telah mempengaruhi arsitektur dan interior sebuah bangunan. Dalam periode abad pertengahan, keyakinan masyarakat menjadi peran penting dalam membentuk arsitektur bangunan, khususnya bangunan suci di Eropa. Memasuki masa Renaisans, kesenian berkembang pesat dan memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur serta interior berbagai bangunan, baik bangunan keagamaan maupun bangunan pemerintahan yang sebelumnya menunjukkan perbedaan signifikan antara arsitektur bangunan keagamaan dan bangunan lainnya. Banyaknya pengaplikasian unsur dekoratif pada bangunan keagamaan membuat perbedaan yang khas dengan bangunan suci sebelumnya. Basilika Santo Petrus merupakan sebuah bangunan keagamaan di Vatikan yang terpengaruh oleh kesenian dan arsitektur masa renaisans. Ciri arsitektur dan interior bangunan masa renaisans pada Basilika ditandai oleh pegaplikasian beberapa unsur dekoratif. Unsur dekoratif yang diaplikasian pada Basilika berupa lukisan-lukisan yang diterapkan pada plafon, pahatan dan ukiran baik pada eksterior maupun interior bangunan, serta bentuk lengkung dan kubah pada bangunan. Penelitian terhadap Basilika Santo Petrus bertujuan untuk mengidentifikasi kareakteristik arsitektur khas abad pertengan Eropa era renaisans pada bangunan basilika. Hal tersebut berfungsi untuk memahami perubahan gaya arsitektur seiring waktu dan memberi wawasan terkait gaya arsitektur zaman terdahulu, serta sebagai upaya pelestarian akan sejarah dan budaya masa lampau yang terkandung dalam Basilika Santo Petrus. Metode yang digunakan pada penelitian untuk mencari informasi terkait Basilica Santo Petrus dan ciri arsitektur abad pertengahan masa renaisans berupa studi pustaka, observasi, dan analisis secara tidak langsung terhadap Basilica Santo Petrus melalui media online. Penelitian ini menghasilkan penjabaran terkait ciri-ciri arsitektur masa renaisans abad petengahan Eropa yang diplikasikan pada bangunan Basilika Santo Petrus.