Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembuktian ilmiah mitos tempe melintasi pulau Kholifah , Ummi; Arif , Najwa Latansa
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v4i2.37

Abstract

Terdapat sebuah mitos yang berkembang di masyarakat bahwa tempe tidak bisa menyebrang laut. Apabila dipaksakan maka tempe tersebut akan cepat busuk. Hipotesis yang mungkin adalah karena adanya aerasi yang kurang akan udara segar. Laut diketahui sebagai tempat hilirnya segala macam polutan udara berakhir. Kelembapan dan tekanan udara serta aerasi yang berbeda dengan saat di darat membuat proses fermentasi tempe berjalan tidak normal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kemudian dalam memperoleh data, peneliti menggunakan studi pustaka dan eksperimen. Peneliti terjun langsung ke lapangan dan melakukan penelitian dengan cara melakukan eksperimen terhadap variasi daun pembungkus tempe, pengujian kelembapan udara pada tempe sebelum dan sesudah melintasi Selat Madura, melakukan pengamatan, serta wawancara dengan konsumen. Kemudian data diolah dengan cara tabulasi data dan hasil pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian pada saat tempe masih dalam keadaan belum matang, maka diperoleh data sebagai berikut bahwa tempe yang menggunakan pembungkus daun kopi menghasilkan aroma yang wangi, rasa seperti tempe pada umumnya, tekstur tempe lembut, warna tempe putih bersih, dan penampakannya diselimuti jamur putih tebal. Tempe dengan pembungkus daun pandan menghasilkan sedikit aroma wangi pandan, rasanya seperti tempe pada umumnya, tekstur tempe lembut, warna tempe putih, dan penampakan permukaan tempe sedikit diselimuti jamur. Tempe dengan pembungkus daun waru menghasilkan aroma tempe yang sangat pekat, rasanya seperti tempe pada umumnya, tekstur tempe lembut, warna tempe putih, dan penampakan luar tempe agak kasar dan berlubang. Tempe dengan pembungkus daun pisang menghasilkan aroma seperti tempe pada umumnya, rasanya seperti tempe pada umumnya, tekstur tempe lembut, warna tempe putih, dan penampakan permukaan tempe lebih halus. Ketika tempe dengan berbagai variasi pembungkus daun tersebut digoreng, menghasilkan warna yang hampir sama, yaitu warna kuning keemasan, dan juga menghasilkan tekstur dan rasa yang hampir sama.