Carpal Tunnel Syndrome merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan pada saraf medianus di area pergelangan tangan yang menimbulkan gejala seperti rasa nyeri, kesemutan, serta mati rasa pada pergelangan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beberapa faktor risiko pekerjaan dengan CTS pada pegawai pengguna komputer di Instansi X. Desain studi pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai pengguna komputer di Instansi X yang berjumlah 165 orang, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu random sampling, dan jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini ditentukan menggunakan rumus slovin yang berjumlah 64 orang. Data pada penelitian ini diperoleh dari pengisian Kuesioner Levine dan pemeriksaan Phalen's Test untuk mengetahui adanya keluhan CTS, untuk mengetahui terkait masa kerja dan durasi istirahat yang diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner, dan untuk mengetahui gerakan berulang dan postur pergelangan tangan diketahui melalui observasi langsung tanpa sepengetahuan responden menggunakan stopwatch dan lembar observasi kepada pegawai pengguna komputer. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa 62,5% responden positif CTS. Kemudian dilakukan uji statistik Chi Square diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi istirahat (p = 0,008), gerakan berulang (p = 0,002), dan postur pergelangan tangan (p = 0,003) dengan keluhan CTS. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,435) dengan keluhan CTS pada pekerja pengguna komputer di Instansi X.