Listriyanto, Listriyanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Sumur Pengembangan Reservoir Gas “RRD” Berdasarkan Metode Decline Curve Rahmahdani, Ria; Yunita, Lia; Listriyanto, Listriyanto
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i1.1584

Abstract

Reservoir “RRD” mulai dikembangankan pada tahun 2011 di lepas pantai dan sumur ekplorasi yang dilakukan pemboran diberi nama sumur “R-1”. Pada tahun 2013 dilakukannya pengeboran delineasi yairu sumur “R-2” dengan tujuan sumur pengembangan yang direncanakan produksi selama dua puluh lima tahun. Pengerjaan mulai pada tahun 2019 dengan disetujuinya Kontrak Bagi Hasil (PSC). Tujuan penelitian adalah untuk menentukan jumlah sumur pengembangan dengan metode decline curve dalam waktu kontrak dua puluh lima tahun,Metode yang digunakan pehitungan cadangan reservoir gas  motode decline curve dengan menghitung penurunan laju produksi gas sebesar decline 10 % setiap tahun dimulai pada tahun 2024. Jumlah sumur pengembangan dengan laju alir gas 10,37 MMSCF/d, jumlah maksimum cadangan hidrokarbon yang dapat diproduksikan kepermukaan secara komersial 3.214.956 MMSCF selama kurun waktu 25 tahun. Produksi pertama kali dilakukan pada tahun ke-5 yaitu tahun 2024 hingga tahun ke-21 tahun 2040 dengan 7 (tujuh) sumur produksi, terdiri dari 2 (dua) sumur exisiting dan 5 (lima) sumur pengembangan, yang mana jumlah cadangan yang diproduksikan sebesar 3.201.207 MMSCF.
OPTIMASI HIDROLIKA LUMPUR PENGEBORAN PADA SUMUR BERARAH “Z” LAPANGAN “L” TRAYEK 12 ¼ rianto, Eko Budi; Listriyanto, Listriyanto
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v7i2.1792

Abstract

Sistem hidrolika lumpur pemboran mempunyai peran yang sangat penting dalam opersi pemboran. Perencanaan dan pengontrolan yang baik dapat mempercepat operasi pemboran dan secara keseluruhan dapat menghemat biaya selama operasi pemboran. Peranan utama dalam sistem hidrolika lumpur pemboran yaitu untuk membersihkan lubang bor dengan mengangkat serbuk bor (cutting) sampai permukaan melalui annulus. Jika serbuk bor (cutting) yang mengendap tidak segera diangkat dapat menyebabkan beberapa masalah pemboran antara lain penggerusan serbuk bor berulang kali oleh pahat (regriding), tersangkutnya serbuk bor di sela-sela gigi pahat (bit balling), bahkan bisa memnyebabkan pipa terjepit (pipe sticking), dan juga hidrolika pahat yang tidak optimum dapat menjadi salah satu penyebab turunnya laju penembusan (ROP). Metode yang digunakan pada sumur “A” lapangan “M” yaitu menggunakan metode BHI (Bit Hydraulic Impact) dikarenakan sumur berarah. Prinsip dasar pada metode ini, menganggap bahwa semakin besar tumbukannya (tumbukan sesaat) yang diterima batuan formasu dari lumpur yang dipancarkan dari bit, maka semakin besar pula efek pembersihannya, sehingga metode ini berusaha untuk mengoptimalkan impact pada bit.            Evaluasi perhitungan hidrolika pada pahat yaitu Hal pertama yang dianalisa adalah BHI/HP pada optimasi hidrolika pada bit agar kita tahu apakah nilainya sudah optimal atau belum, nilai BHI/HPs optimum jika BHI/HPs > 48% kemudian menghitung nilai Ca yang optimum jika Ca < 5%, Ft yang optimum jika Ft ≥ 90% dan PBI yang optimum jika PBI ≥ 1.Kata Kunci: Hidrolika Pemboran, BHI, Pengangkatan Cutting.