Pertumbuhan penduduk kelompok lansia dan pertumbuhan perekonomian menyebabkan Surakarta dipandang penting untuk tersedianya sebuah Griya Lanjut Usia yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan lansia baik secara fisik maupun psikis. Metode perancangan menggunakan metode analitis. Hasil desain berupa visual gambar kerja perancangan interior Griya Lanjut Usia dengan standar yang telah dituangkan dalam Lampiran Keputusan Mensos RI No. 50/HUK/2004. Kelebihan perancangan adalah menghadirkan inovasi sebuah Griya Lanjut Usia yang dapat memfasilitasi kelompok masyarakat lansia untuk terus dapat melakukan aktivitas selayaknya masyarakat pada umumnya. Kelemahan perancangan adalah hadirnya sebuah inovasi fasilitas yang dapat menggeser nilai kekeluargaan yang ada di masyarakat.