Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Jenis Ikan di Lebak Petai Pedamaran Ogan Komering Ilir Ria Fahleny; M. Ilham Firmansyah; Anita Karolina
Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar Vol. 4 No. 2 (2023): Clarias Jurnal Perikanan Air Tawar
Publisher : Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lebak Petai is a place for fishing by fishermen and auction holders. A continuous fishing system can affect the diversity of fish in these waters. The aims of this research was to identify the type of fish, length and weight of the fish, analyze the species diversity index, uniformity index, relative abundance, dominance and water quality. This research was carried out from July to September 2021. Sampling took place in Lebak Petai, Pedamaran sub-district, Ogan Komering Ilir district, using three sampling stations. The results of the research showed that there were 530 types of fish caught in Lebak Petai, consisting of 13 types of fish belonging to 9 families. The largest fish in length and weight was the Barbonymus schwanenfeldii fish, namely 12-25.5 in length and 21.11- 188.92 in weight, while the lowest fish was the Elops mchnata fish, namely 9-10.5 in length and 5.58-8.5 in weight. The diversity index was classified as medium, namely 2.33-2.51, the uniformity index was classified as uneven, namely 0.92-0.98, the highest relative abundance in Lebak Petai is Trichogaster pectoralis, and there was no dominant fish, namely between 0.9-0.11. The water quality during the research in Lebak Petai, Ogan Komering Ilir Regency was still within a suitable range for fish life.
Makna keadilan Dalam Q.S al- Baqarah (2): 178 Studi perbandingan Hermeneutika Fazlur Rahman dan Fondasionalisme Normatif al- Ghazali M. Ilham Firmansyah; Achmad Mudzakkir Yusuf
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.4431

Abstract

Keadilan menjadi pijakan utama dalam ajaran Islam, salah satunya tampak dalam QS. Al Baqarah ayat 178 yang mengatur prinsip qishās dan alternatif maaf atau diyat. Ayat ini menegaskan kesetaraan hukum dan pembatasan pembalasan untuk mencegah ketidakadilan. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan pemikiran besar dalam memahami makna keadilan tersebut: hermeneutika kontekstual Fazlur Rahman dan fondasionalisme normatif Al  Ghazali. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kualitatif komparatif. Pertama, dijelaskan prinsip hermeneutika gerakan ganda Rahman yang menelaah konteks historis dan kemudian menggeneralisasi prinsip universal untuk relevansi masa kini, termasuk fleksibilitas penerapan qishās, penekanan pada maaf dan diyat, serta rasionalisasi hukum. Kedua, diuraikan fondasionalisme Al Ghazali melalui kerangka maqāṣid al‑syarī‘ah, khususnya prinsip menjaga jiwa sebagai dasar hukum qishās, serta hierarki darūriyyāt, ḥājiyyāt, dan taḥsīniyyāt yang menegaskan landasan normatif dan spiritual Hasil analisis menunjukkan bahwa Rahman menekankan kontekstualisasi dan adaptasi untuk menciptakan keadilan yang relevan dengan dinamika modern, sementara Al Ghazali menegaskan kepedulian pada tujuan dasar syariat yang tetap kokoh sebagai pijakan moral dan hukum. Perbandingan ini memberikan gambaran keragaman interpretasi keadilan dalam Islam dan implikasinya bagi pengembangan pemikiran hukum serta praktik sosial kontemporer.