Munawir, Munawir
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Use of Word Square Learning Media in Learning The History of Islamic Culture at Madrasah Ibtidaiyah Munawir, Munawir; Rahmah, Azizatur; Nurkhasanah, Mufilia
Journal Analytica Islamica Vol 12, No 2 (2023): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v12i2.17590

Abstract

Islamic teachings stipulate that education is an activity that is obligatory for men and women, and education is an activity that lasts a lifetime ( life long education ). As time goes by, the learning process is not only delivered through the lecture method. Which mostly makes students bored, if learning is delivered using conventional methods. So, teachers must be able to create an interesting learning environment in order to arouse interest in learning in students. One way to increase students' interest, especially in the SKI learning process, is to use the Word Square learning media. The study in this research uses literature review by studying and reading literature related to the research object. The research results show that in its application the Word Square learning media combines the ability to answer questions by matching answers to boxes that are similar to crossword puzzles, so that this can create an interesting and effective learning process. Ajaran islam menetapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu kegiatan yang wajib hukumnya dilakukan bagi pria dan wanita, dan pendidikan merupakan kegiatan yang berlangsung seumur hidup (life long education). Seiring berkembangnya zaman, dalam melakukan proses pembelajaran tidak hanya disampaikan melalui metode ceramah. Yang mana kebanyakan menjadikan para peserta didik bosan, jika pembelajaran disampaikan dengan metode konvensional tersebut. Sehingga, guru harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik agar dapat membangkitkan minat belajar pada diri peserta didik. Salah satu cara untuk meningkatkan minat peserta didik, khususnya dalam proses pembelajaran SKI adalah dengan menggunakan media pembelajaran Word Square. Kajian dalam penelitian ini, menggunakan kajian literatur dengan mempelajari dan membaca literatur-literatur yang terkait dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dalam penerapannya media pembelajaran Word Square memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan mencocokkan jawaban pada kotak-kotak yang mirip seperti teka-teki silang, sehingga hal tersebut dapat menciptakan sebuah proses belajar yang menarik dan efektif.
Implementasi Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Kurikulum Merdeka Munawir, Munawir; Laili, Fitriyatul; Elvina, Elvaretta Dewi
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi profesionalisme guru dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di era Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan dokumen yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik, yang tercermin dari penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap kurikulum, kurangnya sarana dan prasarana, serta minimnya pelatihan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru secara berkesinambungan agar pembelajaran SKI dapat berlangsung secara optimal.