Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SIMULASI PENGATURAN SUHU RUANGAN MENGGUNAKAN DHT22 BASE ON WOKWI DI SMK PGRI 1 KOTA SERANG Sri Rejeki; Ranti Imawati; Eneng Susilistia Agustini; Irfan Fathoni; Agus Suhendi
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengusulkan suatu solusi kreatif untuk meningkatkan kemahiran dan kenyamanan lingkungan kerja di tempat kerja guru melalui pemanfaatan inovasi sensor DHT22 dan mikrokontroler Arduino berbasis Wokwi. Pemanfaatan sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelengketan secara real-time yang kemudian dikirim ke mikrokontroler Arduino untuk mengontrol kipas secara alami ketika suhu ruangan mencapai batas tertentu.Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi instruktur dengan reaksi cepat terhadap perubahan suhu. Selain itu, usaha ini mempertimbangkan penerapan kipas angin pada AC sebagai perluasan penggunaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan solusi cerdas untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja di tempat kerja guru, dan akan disebarkan ke siswa SMA, SMK atau MA untuk meningkatkan kesadaran inovasi. Kata Kunci : sensor suhu, DHT22, kontroler Arduino, kenyamanan lingkungan kerja, efisiensi energi, monitoring. 
Klasifikasi Rhinosinusitis Menggunakan Modifikasi VGG16 Anissa, Thia; Ita Mubarokah; Eneng Susilistia Agustini
Jurnal RESTIKOM : Riset Teknik Informatika dan Komputer Vol 7 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/restikom.v7i2.470

Abstract

Rhinosinusitis is an inflammatory disease affecting the mucosal lining of the nasal cavity (rhinitis) and paranasal sinuses (sinusitis), posing a significant public health challenge in Indonesia due to its high clinical and economic burden. This study aims to develop an advanced diagnostic method to assist healthcare professionals in accurately detecting sinusitis, thereby reducing diagnostic bias and improving patient outcomes. The proposed method involves a modified VGG16 architecture, where the traditional fully connected layers are replaced with Global Average Pooling (GAP) to minimize overfitting and computational complexity. By retaining the depth advantages of VGG16 while enhancing efficiency, this approach is tailored for medical image analysis. The dataset comprises 659 thermal images, evenly split between normal and sinusitis cases, which were preprocessed through cropping, global thresholding, and masking to improve feature extraction. The modified model incorporates additional convolutional layers (Conv3-4, Conv4-4, Conv5-4, and Conv5-5) to capture intricate spatial features, further boosting classification performance. Experimental results demonstrate an impressive accuracy of 95.67%, outperforming the standard VGG16 model, which achieved only 68.34% accuracy and exhibited overfitting. The study also highlights the effectiveness of thermal imaging as a non-invasive, cost-efficient alternative to conventional diagnostic methods like CT scans or MRIs.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENGATURAN SUHU RUANGAN UNTUK KENYAMANAN DI KANTOR GURU Ibnu Hagi Kencono; Burhanudin Raya Rambani; Irfan Fathoni; Agus Suhendi; Eneng Susilistia Agustini
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): November 2024
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengusulkan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan lingkungan kerja di ruang kantor guru melalui penggunaan teknologi sensor DHT22 dan mikkontroler Arduino. Sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban secara real-time, yang kemudian dikirimkan ke mikontroler Arduino untuk mengatur kipas angin secara otomatis saat suhu ruangan mencapai batas tertentu. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi para guru dengan respons cepat terhadap perubahan suhu. Selain itu, proyek ini mempertimbangkan pengaplikasian kipas angin ke AC sebagai perluasan penggunaan. Penelitian ini diharapkan memberikan dampak positif dan solusi cerdas untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja di ruang kantor guru, serta akan didiseminasi kepada siswa SMA, SMK, atau MA untuk meningkatkan kesadaran teknologi. Sistem monitoring juga akan diterapkan untuk memastikan efektivitas implementasi proyek. Kata Kunci : sensor DHT22, mikrokontroler arduino, kenyamanan lingkungan kerja, suhu dan kelembapan
Pemanfaatan Teknologi Pendeteksi Suhu dan Kelembaban Pada Smart Home Irfan Fathoni; Agus Suhendi; Eneng Susilistia Agustini
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): SINTAK-MAS Sinergi Teknologi dan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sintak-mas.v1i2.54237

Abstract

Kemajuan teknologi mendorong penerapan konsep smart home untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi energi, dan keamanan hunian. Salah satu aspek penting dalam sistem smart home adalah pemantauan suhu dan kelembaban secara real-time, yang berkontribusi pada pengaturan lingkungan rumah secara otomatis. Penelitian ini mengembangkan teknologi pendeteksi suhu dan kelembaban berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan sensor DHT22 dan mikkontroler Arduino, sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan lingkungan kerja di ruang kantor guru dalam mengatur kipas angin secara otomatis saat suhu ruangan mencapai batas tertentu. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi para guru dengan respons cepat terhadap perubahan suhu. Selain itu, proyek ini mempertimbangkan pengaplikasian kipas angin ke AC sebagai perluasan penggunaan. Penelitian ini diharapkan memberikan dampak positif dan solusi cerdas untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja di ruang kantor guru, serta akan didiseminasi kepada siswa SMA, SMK, atau MA untuk meningkatkan kesadaran teknologi. Sistem monitoring juga akan diterapkan untuk memastikan efektivitas implementasi proyek. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan, pemahaman, Simulasi sistem dan pelatihan bagi siswa dan siswi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa teknologi ini efektif dalam menjaga kestabilan lingkungan rumah, serta memberikan kemudahan bagi penghuni dalam mengelola kondisi udara secara otomatis dalam mendukung gaya hidup pintar.
Pemanfaatan Teknologi Pendeteksi Suhu dan Kelembaban pada Smart Home Irfan Fathoni; Agus Suhendi; Eneng Susilistia Agustini
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): SINTAK-MAS Sinergi Teknologi dan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sintak-mas.v1i1.54256

Abstract

Kemajuan teknologi mendorong penerapan konsep smart home untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi energi, dan keamanan hunian. Salah satu aspek penting dalam sistem smart home adalah pemantauan suhu dan kelembaban secara real-time, yang berkontribusi pada pengaturan lingkungan rumah secara otomatis. Penelitian ini mengembangkan teknologi pendeteksi suhu dan kelembaban berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan sensor DHT22 dan mikkontroler Arduino, sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan lingkungan kerja di ruang kantor guru dalam mengatur kipas angin secara otomatis saat suhu ruangan mencapai batas tertentu. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi para guru dengan respons cepat terhadap perubahan suhu. Selain itu, proyek ini mempertimbangkan pengaplikasian kipas angin ke AC sebagai perluasan penggunaan. Penelitian ini diharapkan memberikan dampak positif dan solusi cerdas untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja di ruang kantor guru, serta akan didiseminasi kepada siswa SMA, SMK, atau MA untuk meningkatkan kesadaran teknologi. Sistem monitoring juga akan diterapkan untuk memastikan efektivitas implementasi proyek. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan, pemahaman, Simulasi sistem dan pelatihan bagi siswa dan siswi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa teknologi ini efektif dalam menjaga kestabilan lingkungan rumah, serta memberikan kemudahan bagi penghuni dalam mengelola kondisi udara secara otomatis dalam mendukung gaya hidup pintar.
Implementasi Prototipe IoT Trash Berbasis Arduino: Menekankan Kontribusi Lingkungan ditempat Area Umum Eneng Susilistia Agustini; Ulum, Bahrul; Tubagus Roisul Umam; M.Albin Putra Perdana.Rahardja; Kairi Hose Setiawan; Andri Setia Lesmana; Muhamad Fadli
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): SINTAK-MAS Sinergi Teknologi dan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sintak-mas.v1i2.56061

Abstract

Pencemaran udara menjadi salah satu masalah lingkungan paling serius di era modern akibat pertumbuhan industri, transportasi, serta urbanisasi yang semakin pesat. Polutan berbahaya seperti karbon monoksida (CO), amonia (NH₃), dan benzena berdampak langsung terhadap kesehatan manusia, khususnya sistem pernapasan, dan dapat menimbulkan penyakit kronis hingga menurunkan kualitas hidup. Kondisi ini menuntut adanya alat pemantau kualitas udara yang sederhana, murah, dan praktis digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun perangkat pendeteksi polusi udara berbasis sensor gas MQ-135 dengan Arduino UNO sebagai pengendali utama. Sistem dirancang tanpa modul Wi-Fi maupun aplikasi pihak ketiga, melainkan menampilkan data langsung pada LCD dan menyimpannya ke microSD dalam format CSV untuk analisis lanjutan. Sebagai fitur tambahan, alat dilengkapi buzzer yang berbunyi ketika polutan melebihi ambang batas, sehingga pengguna dapat segera mengetahui kondisi udara yang buruk. Uji coba dilakukan di SMKN 1 Ciruas pada area parkir, lapangan, dan ruang kelas. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi rata-rata sebesar 87% dibandingkan instrumen laboratorium standar. Dengan biaya rendah dan kemudahan penggunaan, alat ini dapat dijadikan solusi praktis untuk membantu masyarakat, sekolah, maupun instansi lain dalam memantau kualitas udara di lingkungan sekitarnya.