Rahayu, Winda Nofita
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Elaborasi Sosiosemiotik Tradisi Mappadendang di Desa Paccing Provinsi Sulawesi Selatan Rahayu, Winda Nofita; Simanjuntak, Nensy Megawati; Haerussaleh, Haerussaleh; Nurfaika, Ahmad Gozali
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.57006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan eloborasi sosiosemiotik yang bisa dilihat pada relasi tanda yang terdapat pada tradisi Mappadendang. Tradisi Mappadendang merupakan salah satu tradisi yang diwariskan oleh suku Bugis kepada masyarakat Sulawesi Selatan. Tradisi ini bertujuan untuk menyatukan petani dengan masyarakat sekitar dalam satu rasa yang disebut rasa kekeluargaan sehingga memunculkan kebersamaan. Tradisi ini memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berhasilnya panen padi di suatu daerah. Tradisi Mappadendang kaya dengan ragam tanda dan simbol di dalamnya. Penelitian ini berfokus pada tanda tanda yang terdapat dalam tradisi Mappadendang. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggabunggkan kedua teori sosiologi sastra dan semiotik. Penelitian ini menemukan bahwa ada relasi antara tanda dengan kehidupan masyarakat Relasi tanda pada tradisi Mappadendang melahirkan temuan bahwa budaya merupakan aset yang tidak bisa hilang dalam peradaban manusia dan budaya itu akan terus melekat dalam diri pengikutnya dan diwariskan secara turun temurun tanpa disadari oleh pelaku budaya itu sendiri.
Citra Perempuan dalam Novel “Hafalan Shalat Delisa” Karya Tere Liye: The Image of Women in the Novel "Hafalan Shalat Delisa" by Tere Liye Atul Izzati, Qory; Amarya, Naomi Zhalya; Rahayu, Winda Nofita; Amrullah, Imron
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v7i1.19855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Kemudian, data dalam penelitian ini yakni data tertulis berupa kata, frasa, dan kalimat dalam yang terdapat pada Novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membaca novel secara berulang, kemudian mengambil data, mendeskripsikan hasil data, dan menyimpulkan hasil dari penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam novel “Hafalan Shalat Delisa” terdapat kutipan yang mengandung citra perempuan, yakni citra diri perempuan, citra perempuan dalam aspek fisik, citra perempuan dalam aspek psikis, dan citra perempuan dalam aspek sosial.
Elaborasi Sosiosemiotik Tradisi Mappadendang di Desa Paccing Provinsi Sulawesi Selatan Rahayu, Winda Nofita; Simanjuntak, Nensy Megawati; Haerussaleh, Haerussaleh; Nurfaika, Ahmad Gozali
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.57006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan eloborasi sosiosemiotik yang bisa dilihat pada relasi tanda yang terdapat pada tradisi Mappadendang. Tradisi Mappadendang merupakan salah satu tradisi yang diwariskan oleh suku Bugis kepada masyarakat Sulawesi Selatan. Tradisi ini bertujuan untuk menyatukan petani dengan masyarakat sekitar dalam satu rasa yang disebut rasa kekeluargaan sehingga memunculkan kebersamaan. Tradisi ini memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berhasilnya panen padi di suatu daerah. Tradisi Mappadendang kaya dengan ragam tanda dan simbol di dalamnya. Penelitian ini berfokus pada tanda tanda yang terdapat dalam tradisi Mappadendang. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggabunggkan kedua teori sosiologi sastra dan semiotik. Penelitian ini menemukan bahwa ada relasi antara tanda dengan kehidupan masyarakat Relasi tanda pada tradisi Mappadendang melahirkan temuan bahwa budaya merupakan aset yang tidak bisa hilang dalam peradaban manusia dan budaya itu akan terus melekat dalam diri pengikutnya dan diwariskan secara turun temurun tanpa disadari oleh pelaku budaya itu sendiri.