Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimization of k-means clustering using particle swarm optimization algorithm for human development index Laili, Ufil Hidayatul; Faisal, Muhammad; Kurniawan, Fachrul
Bulletin of Social Informatics Theory and Application Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/businta.v8i1.678

Abstract

K-Means algorithm can be used to cluster the Human Development Index in East Java in particular for the people, the hope is that with this development all the problems that exist in the community including poverty, unemployment, school dropouts, health and social inequality can be resolved. However, this algorithm has a weakness that is sensitive to the determination of the initial centroid. Initial centroids that are determined randomly will reduce the level of accuracy, often get stuck at the local optimum, and get random solutions. Optimization algorithms such as PSO can overcome this by determining the optimal initial centroid. The quality of clusters produced by K-Means algorithm with and without PSO algorithm is measured using the average Silhouette Coefficient (SC). In this study, better accuracy was obtained between pure kmeans and PSO based kmeans where the comparison value of pure kmeans was 0.27% while PSO based kmeans obtained a value of 0.34%. The Human Development Index data set was obtained from the official website of the Central Bureau of Statistics and used as secondary data in this study, especially the East Java region. In addition to program planning in the following year, the clustering carried out from 2019 to 2022 is also an evaluation of the East Java Provincial Government's program targets that have been implemented in that year, especially related to the human quality of life development program.
Sistem Informasi Pengajuan dan Pembuatan Domisili Berbasis Website Laili, Ufil Hidayatul; Billah, Moch. Hegal Muktasim; Ikromi, Moch. Kamilul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5342

Abstract

Pelayanan administrasi desa, khususnya dalam pengajuan dan penerbitan Surat Keterangan Domisili, masih banyak dikerjakan melalui secara manual sehingga memunculkan sejumlah permasalahan, salah satunya keterlambatan pelayanan, kurangnya tingkat efisiensi kerja, dan meningkatnya potensi terjadinya kekeliruan dalam proses pencatatan juga pengelolaan data. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas pelayanan publik dan memperpanjang waktu tunggu masyarakat dalam memperoleh dokumen administrasi. Studi ini ditujukan untuk merancang serta mengembangkan sebuah sistem informasi pengajuan dan pembuatan Surat Keterangan Domisili berbasis website di Kantor Desa Gelung guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi pelayanan administrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model pengembangan sistem Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, serta pemeliharaan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan sistem dan permasalahan yang dihadapi. Sistem dikembangkan menggunakan teknologi ReactJS sebagai antarmuka dan MySQL sebagai basis data untuk mengelola data kependudukan dan pengajuan surat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu mengelola proses pelayanan secara terintegrasi, mulai dari registrasi pengguna, pengisian formulir secara daring, verifikasi data oleh administrator, hingga persetujuan dan pencetakan surat oleh kepala desa. Implementasi sistem ini terbukti dapat meningkatkan kecepatan pelayanan, mengurangi potensi kesalahan pengolahan data, serta meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat dan perangkat desa. Selain itu, sistem ini juga mendukung terwujudnya layanan publik yang lebih terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, serta memanfaatkan teknologi informasi sebagai basisnya.