Abstract. The era of 5.0 is entering where technology has a big role in helping people carry out various social activities, including communication. One of these communication technologies is social media. In 2023, the public was surprised by a video created by a TikTok influencer named Bima Yudho Saputro who criticized the city of Lampung as an undeveloped city. Researchers were interested in this phenomenon and conducted research using qualitative methods and Fairclough's critical discourse approach. This research aims to find out how the discourse practices carried out by netizens in implementing social control through the content of the criticism video "The Reason Why Lampung is Not Advanced" in Bima Yudho Saputro's TikTok social media account. Data collection techniques were carried out using interviews and literature studies. Thus, this research has an urgency to find out the truth, considering that social media is an aspect that is inherent in people's daily lives. The results of this research, the text dimension presents social control, shows the existence of relations between netizens, and explains the identity that is intertwined through the text. In addition, the discourse practice of netizens, namely Bima in his critical video on the TikTok platform, proves to be an effective social control and the critical discourse carried out by Bima in his video content contains the socio-cultural practices of Indonesian society, the analysis of socio-cultural changes in this text discourse presents a different mindset and behavior. Abstrak. Memasuki era 5.0 dimana teknologi memiliki peran yang besar dalam membantu masyarakat melakukan berbagai aktivitas sosialnya, termasuk berkomunikasi. Salah satu teknologi komunikasi tersebut adalah media sosial. Pada tahun 2023, publik dihebohkan dengan sebuah konten video yang dibuat oleh seorang influencer TikTok bernama Bima Yudho Saputro yang mengkritik kota Lampung sebagai kota yang tidak maju. Peneliti tertarik dengan peristiwa ini dan melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan wacana kritis dari Fairclough. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik wacana yang dilakukan oleh warganet dalam melakukan kontrol sosial melalui konten video kritik “Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-Maju” dalam akun media sosial TikTok Bima Yudho Saputro. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan studi literatur. Dengan demikian, penelitian ini memiliki urgensi untuk dicari tahu kebenarannya, mengingat media sosial menjadi aspek yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hasil dari penelitian ini, dimensi teks memperpresentasikan kontrol sosial, memperlihatkan adanya relasi antar warganet, dan menjelaskan identitas yang terjalin melalui teks. Selain itu, praktik wacana warganet, yaitu Bima dalam video kritiknya di platform TikTok membuktikan sebagai kontrol sosial yang efektif dan wacana kritis yang dilakukan bima dalam konten videonya mengandung praktik sosial-budaya masyarakat Indonesia, analisis perubahan sosial-budaya dalam wacana teks ini menghadirkan pola pikir dan perilaku yang berbeda.