Abstract. Government agencies are now required to manage media, in this context, social media, as a means of disseminating information and educating the public. In almost every government agency, media is managed by the public relations (PR) department. Contrary to the typical PR role, in some regional government agencies, media management is directly handled by one of their divisions. For example, the Health Office (Dinkes) of Cimahi City manages its media through the Public Health Division, specifically delegating this task to the Health Promotion Division (Promkes). The Cimahi Health Office has increasingly recognized the significant potential of social media. Among the three social media platforms managed by the Cimahi Promkes division (YouTube, Facebook, and Instagram), they tend to focus on managing their Instagram account @dinkescimahicare, which features health- themed content. This research aims to determine the extent of Instagram management by the Cimahi Health Office as a medium for health information and education. This study uses a qualitative method with a case study approach, constructivist paradigm, and data collection techniques including observation, interviews, and documentation.The Circular Model of SoMe theory is also used as a strengthening reference to answer the research questions. The results of this study reveal that the Cimahi Promkes team manages Instagram by considering their management capabilities and target audience, despite limited human resources. The content presented as a medium for health information and education is the result of cross-field and program collaboration within the Cimahi Health Office, utilizing the features available on Instagram. The main challenge encountered is the limited human resources within the Cimahi Promkes team. Abstrak. Instansi pemerintah kini wajib melakukan pengelolaan media, dalam konteks ini media sosial, sebagai sarana penyebaran informasi maupun edukasi bagi masyarakat. Hampir pada setiap instansi pemerintahan, media dikelola oleh bagian humas (hubungan masyarakat). Identik dengan humas, pengelolaan media sebuah instansi pemerintah pada beberapa dinas di tingkat daerah justru dipegang langsung oleh salah satu bidang mereka. Dalam hal ini seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi yang pengelolaan medianya dilaksanakan oleh bidang Kesehatan Masyarakat, secara khusus tugas ini diserahkan kepada bagian divisi Promosi Kesehatan (Promkes). Dinkes Cimahi semakin menyadari potensi besar dari media sosial. Dari ketiga media sosial (Youtube, facebook & Instagram) yang dikelola divisi Promkes Cimahi, mereka cenderung berfokus pada pengelolaan Instagram mereka dengan nama akun @dinkescimahicare yang menghadirkan konten bertema kesehatan. Penelitian inipun dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan media sosial Instagram oleh Dinkes Cimahi sebagai media informasi dan edukasi mengenai. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, paradigma konstruktivisme dan teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan teori The Circular Model of SoMe sebagai referensi penguat untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pengelolaan Instagram oleh tim Promkes Cimahi dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan mengelola serta sasaran yang dituju meski dengan SDM yang minim. Kemudian konten yang dihadirkan sebagai media informasi dan edukasi kesehatan berasal dari kolaborasi lintas bidang dan program di Dinkes Cimahi dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Instagram. Adapun hambatan yang dialami disebabkan oleh terbatasnya SDM dalam tim Promkes Cimahi.