Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan agregat bulat terhadap kinerja campuran AC‑WC dengan kadar aspal tetap 5,5% menggunakan pengujian Marshall. Variasi persentase agregat bulat yang digunakan adalah 0%, 10%, 15%, dan 20% pada fraksi agregat yang tertahan saringan saringan 1/2", 3/8", No.4 dan No. 8. Parameter yang dievaluasi meliputi stabilitas Marshall, flow, serta karakteristik volumetrik campuran berupa VIM, VMA, dan VFB, kemudian dibandingkan dengan persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Hasil menunjukkan bahwa penambahan agregat bulat menyebabkan tren penurunan stabilitas Marshall 1.177 kg pada campuran tanpa agregat bulat menjadi 885 kg pada 20% agregat bulat, meskipun seluruhnya masih memenuhi syarat. Dari sisi volumetrik, VIM dan VMA meningkat seiring bertambahnya agregat bulat, sedangkan VFB menurun, namun semua nilai masih berada dalam rentang yang disyaratkan, sehingga secara numerik campuran masih memenuhi kriteria kepadatan dan pengisian aspal. Nilai flow meningkat dengan bertambahnya agregat bulat, dan pada kadar 20% telah melampaui batas maksimum yang diizinkan, menunjukkan kecenderungan campuran rentan terhadap deformasi permanen. Secara praktis, hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan agregat bulat dalam campuran AC‑WC dengan kadar aspal 5,5% sebaiknya dibatasi hingga sekitar 15% agar seluruh parameter Marshall dan volumetrik tetap berada dalam batas spesifikasi dengan margin keamanan yang memadai terhadap beban lalu lintas dan pengaruh air.